Sampang, Lensacyber.com – Polemik rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sampang memanas. Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, dituding melakukan intervensi hingga mengancam enam peserta agar dikeluarkan dari Puskesmas Batulenger.
Dugaan intervensi itu mencuat dalam audiensi puluhan peserta rekrutmen PPPK dengan DPRD Sampang, Selasa (24/9/2025).
Salah satu peserta mengungkapkan, sejak bulan April dirinya bersama lima rekannya sudah diisyaratkan tidak akan lolos karena disebut-sebut perintah Ketua DPRD.
“Mulai sekitar bulan 4 ada informasi bahwa kami berenam di Puskesmas Batulenger terancam dikeluarkan. Dan yang menyampaikan adalah Ketua DPRD, bapak Rudi,” ujar peserta audiensi di hadapan forum.
Lebih jauh, peserta mengaku keluarga mereka bahkan mencoba menghubungi Rudi Kurniawan agar enam peserta tersebut tidak dikeluarkan. Namun, jawaban Rudi justru mengejutkan.
“Tidak bisa, ini urusan tengka,” tutur peserta menirukan ucapan Ketua DPRD Sampang.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan, masih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi.
Dugaan keterlibatan Ketua DPRD dalam proses seleksi aparatur ini menuai sorotan publik. Masyarakat menuntut agar rekrutmen PPPK di Sampang berjalan transparan, bebas dari intervensi politik, dan tetap sesuai aturan hukum.
Penulis | Badrus
