Sampang, Lensacyber.com – Program Makan Bergizi (MBG) di Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, menu makanan yang disajikan kepada siswa dinilai tidak sesuai dengan standar gizi dan tidak sebanding dengan besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah.
Berdasarkan hasil pantauan dan foto yang beredar, isi menu MBG di sekolah tersebut hanya terdiri dari sedikit mi goreng, beberapa potong kecil ayam goreng tepung, seiris mentimun, dan sebuah jeruk kecil. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar tentang kualitas gizi dan transparansi pengelolaan dana program yang seharusnya bertujuan meningkatkan kesehatan anak sekolah.
Salah satu wali murid mengaku kecewa dengan porsi dan variasi makanan yang diberikan. “Kalau programnya disebut makan bergizi, mestinya isinya seimbang. Tapi kenyataannya, anak-anak cuma dapat mi dan potongan kecil ayam. Tidak cukup untuk kebutuhan gizi harian mereka,” ujarnya.
Program MBG sejatinya dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi peserta didik, terutama dari kalangan kurang mampu. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih lemahnya pengawasan dan evaluasi dari pihak terkait. Beberapa warga bahkan menduga adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan realisasi menu di lapangan.
“Kalau anggarannya besar tapi isinya seperti itu, patut dipertanyakan ke mana sisa dananya. Pemerintah harus turun tangan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Camplong, 07/10/25.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyedia katering tidak bersedia beri klarifikasi resmi.
Masyarakat berharap Dinas Pendidikan dan otoritas terkait segera melakukan pengecekan langsung dan mengambil langkah tegas agar program MBG berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan makanan sehat, bergizi, dan layak bagi anak-anak sekolah.
Penulis|Fandy
