Bukan Aspirasi Tetapi Juga Brutal Anarki, Lebih Dari 40% Alun Alun Rusak Porak Poranda

Sampang, Lensacyber.com| Suasana duka dan kecewa menyelimuti warga Sampang pasca aksi unjuk rasa menuntut pelaksanaan Pilkades serentak berujung pada perusakan sejumlah fasilitas umum di kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang, Kamis (30/10/2025).

Dalam aksi yang melibatkan massa mengatasnamakan masyarakat menggugat dari wilayah Pantura, situasi sempat memanas hingga berujung pada tindakan anarkis. Sejumlah fasilitas publik yang menjadi kebanggaan warga rusak parah. Berdasarkan pantauan di lapangan, lebih dari 50 persen fasilitas di area alun-alun mengalami kerusakan, mulai dari taman, pagar pembatas, kursi duduk, hingga ikon patung karapan sapi yang menjadi simbol khas Sampang.

Banyak pihak menyayangkan aksi tersebut, karena alun-alun bukan hanya ruang publik, tetapi juga wajah kota yang menjadi kebanggaan masyarakat Sampang.

“Kami sangat menyesalkan tindakan seperti ini. Aksi menyampaikan pendapat itu hak semua warga, tapi jangan sampai merusak fasilitas yang dibangun untuk kepentingan bersama,” ujar salah satu warga sekitar, dengan nada kecewa.

Aksi yang seharusnya menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat justru dinilai telah mencoreng semangat demokrasi dan menimbulkan kerugian besar bagi daerah. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini tengah melakukan pendataan dan perbaikan sementara untuk memastikan kondisi fasilitas kembali bisa digunakan masyarakat.

Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat juga menyuarakan penyesalan dan keprihatinan atas tindakan oknum yang diduga tidak bertanggung jawab tersebut. Mereka berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar lebih bijak dalam menyalurkan aspirasi.

“Kami berharap masyarakat bisa menahan diri. Jangan biarkan perjuangan menuntut keadilan justru merusak citra Sampang dan menyakiti hati sesama warga,” tutur salah satu tokoh pemuda Pantura.

Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi semua pihak bahwa aksi tanpa kendali dapat berubah menjadi destruktif, merugikan masyarakat sendiri, dan menodai makna perjuangan yang sejatinya ingin membawa perubahan.

 

Bad__

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *