Sampang, Lensacyber.com – Program Makan Bergizi (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mendukung kesehatan dan pendidikan siswa, menuai sorotan di Kabupaten Sampang. Pasalnya, hingga satu bulan berjalan, hampir seluruh sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah ini sudah mulai melaksanakan program tersebut, kecuali SMPN 1 Sampang.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan wali murid dan masyarakat. Mereka mempertanyakan mengapa SMPN 1 Sampang belum merealisasikan MBG sebagaimana sekolah lain, padahal program ini sangat ditunggu-tunggu untuk menunjang gizi peserta didik.
“Sekolah lain sudah berjalan, kenapa hanya SMPN 1 yang belum? Jangan sampai ada alasan yang mengarah pada kepentingan tertentu atau perjanjian yang hanya menguntungkan pihak tertentu saja,” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.
Masyarakat mendesak pihak Dinas Pendidikan dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi. Mereka berharap ada kejelasan terkait keterlambatan ini, agar tidak muncul dugaan-dugaan negatif mengenai kinerja kepala sekolah.
“Program ini untuk anak-anak kita. Kalau terlambat jalan, tentu yang dirugikan para siswa. Kami berharap jangan ada pungutan atau permainan di balik semua ini,” tambah warga lainnya.
Pihak sekolah menjelasakan semenjak program di mulai pihaknya mendapat kabar MBG untuk SMPN1 Sampang dari anggota Dprd tetapi hal ini di revisi yang menjadi MBG dari pihak kepolisian (Polres Sampang).05/11/25
Awalnya kami diinformasikan bahwa MBG nya dari salah satu anggota Dprd Sampang terus tidak lama ada pihak kepolisian datang ke kami membawa MBG karna kami diminta teken MOU ya kami tanda tangani. Tuturnya”
Lanjut pihak sekolah Kami pihak sekolah hanya sebagai penerima manfaat terkait dengan waktu realisasi adalah otoritas MBG terkait, Ungkapnya”
Sejak berita dirilis pihak SPPG tidak dapat dimintai keterangan.
Penulis | Bad
