Sampang, Lensacyber.com | Kondisi tata desa di Desa Dharma Tanjung, Kecaatan Camplong, Kabupaten Sampang, kini menuai sorotan tajam dari masyarakat. Jalan utama desa yang menjadi jalur penghubung lintas nasional tampak semrawut dan macet, sehingga menimbulkan keresahan bagi warga serta pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Penataan lingkungan yang tidak teratur, ditambah aktivitas warga di sepanjang bahu jalan, kerap menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Sejumlah pengendara mengaku harus ekstra hati-hati karena banyak kendaraan parkir dan orang jualan ikan sembarangan di tepi jalan.
“Kalau lewat sini harus sabar dan waspada. Banyak yang parkir di pinggir jalan, belum lagi banyak orang jual ikan di pinggir jalan,” ujar Ahmad Rofi’i, pengemudi asal Pamekasan, Sabtu (1/11/2025).
Warga setempat menilai pemerintah desa seolah tutup mata terhadap kondisi tersebut. Hingga kini, belum ada upaya nyata untuk memperbaiki dan menata ulang jalur utama, termasuk penertiban area usaha warga yang berjejer di sepanjang tepi jalan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak desa, tapi sampai sekarang belum ada tindakan berarti. Jalan ini jalur utama, tapi dibiarkan semrawut” ungkap (J), tokoh masyarakat Desa Dharma Tanjung.
Menanggapi hal tersebut, Doni pihak pemdes membantah anggapan bahwa pihaknya tutup mata. Ia menyebut pihak nya sudah melakukan rapat dan mebahas tertakit kondisi jalan yang semrawut di Desa Dharma Tanjung,
“Pemerintah desa tidak tinggal diam. Kami sudah usulkan pengembangan pasar agar pedagang ikan yang berjualan disepanjang jalan dapat dialihkan ke pasar ,” jelasnya.
Meski begitu, warga berharap pemerintah desa lebih aktif dalam melakukan penataan lingkungan, terutama di jalur utama yang menjadi akses penting bagi warga Sampang umum nya dan bagi warga luar madura pengguna jalan lintas nasional. Mereka mendesak agar langkah penertiban dan pembenahan segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah.
Bad.
