Infrastruktur Terancam, Truk Overload Angkut 4 Ekskavator Nekat Lintasi Jalan Nasional Ketapang

Berry Pratama
A-AA+A++

KETAPANG, LENSACYBER.COM – Ketahanan infrastruktur jalan dan jembatan di jalur trans-Kalimantan kini berada di ujung tanduk. Sebuah pemandangan memprihatinkan terekam saat rangkaian truk bermuatan masif melintasi jalan nasional di Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Senin sore (25/5/2026).

Iring-iringan kendaraan berat yang melintasi kawasan tersebut memicu kekhawatiran serius di kalangan warga terkait potensi kerusakan permanen pada fasilitas publik. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ditemukan dua unit armada yang mengangkut beban di luar batas kewajaran.

​Armada pertama adalah sebuah Truk Trailer Roda 22 (R22) yang secara ekstrem mengangkut empat unit ekskavator jenis power crawler (PC) berukuran besar dalam satu kali perjalanan.

Baca Juga :  Warga Nganjuk Menangis Haru Saat Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah

Selain itu, terlihat pula satu unit Truk Tronton Roda 10 (R10) yang membawa kombinasi muatan berupa satu unit Bulldozer dan satu unit Compact berukuran besar secara bersamaan. Kondisi muatan yang sangat masif ini dikhawatirkan akan mempercepat penurunan kualitas jalan dan infrastruktur di sekitarnya.

​”Ini sudah di luar batas normal. Biasanya satu trailer hanya mengangkut satu alat berat. Namun kali ini, mereka membawa dua hingga empat unit sekaligus. Jika dibiarkan, jalan dan jembatan kita bisa ambruk karena beban yang melampaui kapasitas,” ungkap Mus, salah seorang warga yang menyaksikan aksi ugal-ugalan tersebut.

​Melalui laporan ini, warga mendesak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) serta Direktorat Jenderal Bina Marga Wilayah I Kalimantan Barat untuk segera turun tangan. Masyarakat meminta pihak berwenang melacak perusahaan pemilik armada tersebut yang dinilai mengabaikan regulasi tonase demi memangkas biaya operasional.

Baca Juga :  Dongkrak Inovasi Desa, Pemkab Bekasi Gelar Lomba TTG 2026 Berhadiah Puluhan Juta

​Mus menegaskan bahwa masyarakat akan terus aktif memantau dan melaporkan setiap pelanggaran yang berpotensi merusak aset negara.

“Kami sebagai warga punya hak untuk menjaga jalan ini. Kami akan laporkan setiap kemacetan atau pelanggaran overload melalui saluran media yang ada,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya mengonfirmasi identitas perusahaan pemilik truk trailer tersebut guna menuntut pertanggungjawaban atas potensi kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan.