Diduga Ada Tangki Siluman, Aktivitas Pelangsiran BBM Subsidi di Ketapang Kian Terang-terangan

Berry Pratama
A-AA+A++

KETAPANG, LENSACYBER.COM – Dugaan praktik pelangsiran BBM bersubsidi di Kabupaten Ketapang kembali menjadi sorotan. Sebuah mobil Kijang berwarna biru diduga bebas mengisi BBM subsidi dalam jumlah besar menggunakan tangki modifikasi atau “tangki siluman” di SPBU No. 6478108, wilayah Ketapang.

​Pantauan awak media di lapangan menunjukkan kendaraan tersebut berada cukup lama di dispenser BBM dibandingkan kendaraan lain yang sedang mengantre. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya pengisian berulang dengan kapasitas tidak normal untuk kepentingan penimbunan maupun distribusi ilegal.

​Usai mengisi BBM, mobil tersebut terpantau bergerak menuju sebuah rumah yang diduga dijadikan gudang penampungan di kawasan Jalan Sunan Kalijaga, Kelurahan Tuan-Tuan, Kecamatan Benua Kayong. Ironisnya, aktivitas yang berlangsung di tengah permukiman padat penduduk ini disebut telah berjalan lama dan dilakukan secara terang-terangan.

​“Mobil keluar-masuk hampir setiap hari. Sudah ada motor pelangsir yang menunggu di lokasi; di dalam rumah juga tersedia alat pompa untuk menyedot BBM dari mobil,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Inspektorat Tegaskan Akan Panggil 2 Oknum ASN Mesum Di Sampang

​Warga menduga BBM subsidi tersebut disalurkan untuk mendukung aktivitas tambang ilegal di wilayah Ketapang. Dugaan itu diperkuat dengan banyaknya kendaraan pelangsir yang hilir mudik dari SPBU menuju lokasi penampungan setiap harinya.

​“Mobilnya ada sekitar lima unit; satu mobil bisa membawa sampai empat drum. Setiap hari mereka bolak-balik mengisi BBM subsidi dari SPBU tersebut. Kami khawatir terjadi kebakaran atau ledakan karena gudang berada sangat dekat dengan rumah warga,” ujar warga lainnya, Kamis (22/5).

​Praktik pelangsiran ini dinilai tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menyengsarakan masyarakat kecil yang lebih berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Lemahnya pengawasan di pihak SPBU menjadi pertanyaan besar, mengingat kendaraan dengan tangki modifikasi seharusnya mudah terdeteksi.

Baca Juga :  Keluarga Korban Pencabulan Mengharap Kabar Proses Dari Polres Sampang

​Saat dikonfirmasi, pemilik gudang berinisial MHD enggan memberikan penjelasan terkait legalitas usaha maupun izin penyimpanan BBM miliknya. Ia justru mengarahkan awak media untuk menanyakan persoalan tersebut langsung kepada pihak pengelola SPBU di Jalan Panjaitan.

​Sementara itu, salah seorang operator SPBU mengaku tidak mengetahui keberadaan pengawas saat pengisian BBM yang diduga tidak wajar tersebut berlangsung.

“Tadi ada pengawas di sini, sekarang tidak tahu ke mana,” katanya singkat.

​Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak manajemen SPBU maupun instansi terkait mengenai dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut.

Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan mafia BBM yang telah lama beroperasi di wilayah tersebut.