​Bupati Alexander Wilyo Resmi Buka Gawai Dayak Bebantant Polas Laman ke-3 dan Resmikan Kantor Desa Bengaras

Lensacyber
A-AA+A++

​KETAPANG, LENSACYBER.COM – Kemeriahan dan rasa syukur menyelimuti masyarakat saat Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara resmi membuka pesta adat Gawai Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-3. Acara yang dirangkai dengan peresmian Kantor Desa Bengaras yang baru ini berpusat di halaman Rumah Adat Dayak Desa Bengaras, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Selasa (30/6/2026).

Pembukaan gawai adat ini dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten, Plt. DAD Sungai Laur, Forkopimcam Sungai Laur, Camat Sandai, Camat Simpang Hulu, Ketua PGRI Sungai Laur, para kepala desa se-kecamatan, Ketua MABM Simpang Dua, Ketua POM Sungai Laur, Demong, Temenggung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pasukan merah TBBR.

​Dalam sambutannya, Ketua Panitia sekaligus Kepala Desa Bengaras, Yohanes Markus, memaparkan bahwa ritual adat Bebantan’t Polas Laman merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan secara rutin.

“Bebantan’t Polas Laman adalah ritual adat bagi suku Dayak dalam melestarikan budaya generasi sebelum kita. Ritual ini selalu dilakukan guna mensyukuri rezeki dan berkah kesehatan selama tahun berjalan dari Sang Pencipta kepada kita semua, agar terhindar dari marabahaya dan bencana,” ujar Yohanes.

Yohanes menambahkan bahwa esensi dari gawai adat ini bukan sekadar hiburan musiman, melainkan sarana edukasi bagi generasi muda.

“Semua rangkaian acara gawai Dayak Bebantan’t Polas Laman ini bukan hanya keramaian biasa, namun untuk disaksikan dan diikuti oleh generasi penerus kita, bahwa adat istiadat dan budaya suku Dayak sangat banyak yang perlu dilestarikan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Jelang Deklarasi, Dewan Pembina IJEN: Perkuat Sektor Organisasi DPP

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga, donatur, serta Pemerintah Kabupaten Ketapang atas dukungannya sehingga acara yang berlangsung dari 30 Juni hingga 6 Juli ini dapat terlaksana.

“Ucapan terima kasih juga terkhusus kepada Bupati Ketapang dan jajaran OPD yang telah mendukung acara gawai Dayak ini serta melakukan peresmian kantor desa kami yang baru. Berkat Pemerintah Kabupaten Ketapang, acara ini bisa terselenggara dengan baik,” kata Yohanes.

Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam pidatonya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kabupaten Ketapang untuk selalu menjaga kerukunan demi terciptanya suasana yang damai dan harmonis. Terkait internal pemerintahan, Bupati memberikan penegasan khusus mengenai profesionalisme birokrasi.

“Saya menekankan pada jajaran birokrasi pemerintahan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh. Promosi jabatan bukan karena orang dekat, tetapi orang yang berprestasi di dalam suatu pekerjaan dan bisa diandalkan untuk membantu pemerintahan dalam memajukan Kabupaten Ketapang ini,” tegas Bupati Alexander.

Mengenai jadwal pelaksanaan adat ke depan, Bupati meminta DAD Kabupaten agar mengoordinasikan rangkaian gawai tingkat kecamatan agar selesai sebelum akhir Juni.

“Artinya, setelah tanggal 30 Juni tahun depan tidak ada lagi gawai adat di kecamatan-kecamatan. Rangkaian gawai adat dimulai sejak Mei sampai terakhir 30 Juni, dan ditutup dengan gawai adat Dayak kabupaten,” pinta Bupati.

Di hadapan para undangan, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk mengalokasikan anggaran guna merampungkan infrastruktur kebudayaan di wilayah tersebut.

“Tolong Pak Kadis Pariwisata, untuk anggaran pembangunan dua rumah adat tersebut (Rumah Adat Dayak di Desa Bengaras dan Rumah Adat Budaya Melayu di Desa Riam Bunut), tuntas di tahun depan,” perintahnya.

Baca Juga :  Bangun Sinergi Media Daerah, Promedia Temui Bakom RI Bahas Sosialisasi Program Pemerintah

Ia menjelaskan bahwa meskipun anggaran daerah saat ini mengalami efisiensi, pembangunan harus tetap berjalan melalui pola gotong royong dan bececat. Hal ini dibuktikan dengan komitmen pemda yang juga membangun rumah adat suku lain, seperti suku Madura, melalui APBD sebagai bentuk nyata toleransi.

Bupati juga meminta sinergi aktif antara camat, kades, dan pihak swasta. “Supaya kalau ada jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang sifatnya darurat perlu perbaikan, cepat-cepatlah diperbaiki,” tambahnya.

Menutup arahannya, Alexander meluruskan sentimen mengenai pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman dengan menegaskan status kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jamhuri.

​”Lebih satu tahun saya dan Pak Wakil memimpin Kabupaten Ketapang, masyarakat jangan berprasangka kami tidak memperhatikan daerah-daerah pedalaman. Perlu diketahui, dalam pemilihan kepala daerah yang lalu, saya bersama Pak Wakil memenangkan pemilihan di 20 kecamatan. Jelas se-kabupaten ini merupakan tanggung jawab kami sebagai pimpinan kepala daerah untuk membangunnya. Hilangkan bahasa itu Bupati A, B, dan seterusnya. Saya dan Pak Jamhuri adalah bupati dan wakil bupati kalian. Mari kita saling bersinergi dalam mengawal dan membangun Kabupaten Ketapang yang tercinta ini,” pungkas Bupati.

Rangkaian acara pembukaan Gawai Adat Dayak Bebantan’t Polas Laman ke-3 ini terpantau berjalan tertib, aman, dan lancar di bawah pengamanan ketat dari anggota Koramil 05 dan Polsek Sungai Laur.* (Yani)