Satu Senyum, Seribu Doa: Kebahagiaan Keluarga Iringi Khitan Nazriel Rafassya di NYUNATIN

Lensacyber
A-AA+A++

Indramayu, Lensacyber.com- Ada rasa yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika seorang anak mulai menapaki gerbang kedewasaan. Bukan sekadar sebuah prosesi medis, tetapi juga perjalanan kecil yang akan selalu dikenang sepanjang hidupnya. Selasa (7/7/2026), momen istimewa itu hadir dalam kehidupan Ananda Nazriel Rafassya, putra pertama pasangan Muhammad Riyanto dan Nur Suci, yang menjalani prosesi khitan di NYUNAT.IN Rumah Sunat dr. Yanda, Blok Kebuyut, Desa Kertajaya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu.

Sejak memasuki ruang tindakan, suasana yang semula dipenuhi rasa cemas perlahan berubah menjadi penuh kehangatan. Di tengah sorot lampu ruang tindakan, dr. Yanda dengan penuh kesabaran terus mengajak Nazriel berbincang, melontarkan candaan ringan, hingga membuat perhatian sang anak teralihkan dari proses khitan yang sedang berlangsung.

Senyum kecil mulai menghiasi wajah Nazriel. Obrolan santai yang dibangun membuat suasana terasa begitu akrab, seolah ia sedang berbincang dengan keluarga sendiri, bukan berada di atas meja tindakan.

Tak hanya Nazriel yang larut dalam percakapan hangat tersebut, kedua orang tuanya pun ikut tersenyum lega. Bahkan sanak keluarga yang turut mendampingi tampak menikmati suasana penuh keakraban itu. Ketegangan yang sempat menyelimuti perlahan sirna, berganti tawa dan rasa syukur.

Baca Juga :  Kecamatan Pemalang Perkuat Monev Layanan Publik dan Upaya Penanganan Stunting di Tingkat Desa dan Kelurahan

Usai prosesi selesai, kebahagiaan semakin terasa ketika keluarga mengabadikan momen bersama. Sertifikat keberanian, ucapan selamat, dan pelukan hangat menjadi saksi bahwa perjalanan kecil Nazriel telah dilalui dengan penuh keberanian.

Di balik senyum itu, tampak rasa bangga yang begitu dalam dari kedua kakeknya, Lebe Rasito dan Dauri Duryanto, yang sejak awal setia mendampingi sang cucu.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Lebe Rasito menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat Nazriel mampu menjalani proses khitan dengan tenang. Semoga ini menjadi langkah awal menuju pribadi yang saleh, sehat, berbakti kepada orang tua, serta menjadi anak yang membawa keberkahan bagi keluarga, agama, dan bangsa.”

Sementara itu, sang kakek Dauri Duryanto mengaku bangga melihat pelayanan yang diberikan oleh dr. Yanda beserta tim.

“Saya benar-benar terharu melihat bagaimana dr. Yanda memperlakukan setiap anak dengan penuh kasih sayang. Anak tidak merasa takut, bahkan terus diajak bercanda hingga proses khitan selesai. Pelayanan seperti ini bukan hanya menyembuhkan secara medis, tetapi juga menghadirkan ketenangan bagi anak maupun keluarganya. Terima kasih kepada dr. Yanda dan seluruh tim NYUNAT.IN yang telah memberikan pengalaman terbaik untuk cucu kami.”

Baca Juga :  DLH Pemalang Beri Tenggat SPPG: Wajib Miliki SPPL dan Operator IPAL Bersertifikat Maksimal 15 Juli 2026

Prosesi khitan hari itu bukan hanya menjadi catatan penting dalam perjalanan hidup Nazriel Rafassya. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju kedewasaan akan terasa indah ketika dilalui bersama doa, kasih sayang, dan pelukan keluarga.

Di ruang sederhana itu, haru dan bahagia berpadu menjadi satu. Sebuah kenangan yang kelak akan selalu diceritakan kembali, tentang hari ketika seorang anak kecil melangkah dengan berani menuju fase baru kehidupannya, diiringi doa-doa tulus dari orang-orang yang paling mencintainya.

Khitan bukan sekadar tradisi, melainkan ikhtiar menyempurnakan fitrah. Di balik senyum seorang anak yang berhasil melewati rasa takutnya, tersimpan doa-doa orang tua, kebanggaan keluarga, dan harapan agar kelak ia tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi sesama.

(Sucipto)