Sidak Gudang Bulog Meulaboh, Anggota Komisi IV DPR RI Jamaluddin Temukan Sederet Persoalan Serius

Berry Pratama
A-AA+A++

ACEH BARAT, LENSACYBER.COM – Anggota Komisi IV DPR RI, Jamaluddin Idham, S.H., M.H., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Perum Bulog Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis (7/5/2026).

Kunjungan ini dilakukan guna memastikan ketahanan stok pangan nasional sekaligus menjamin kualitas beras yang didistribusikan kepada masyarakat.

​Dalam tinjauan tersebut, politisi PDI Perjuangan ini menaruh perhatian khusus pada stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), terutama beras subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu melalui berbagai program bantuan nasional.

​Saat memeriksa sampel beras di gudang, Jamaluddin menemukan sejumlah stok yang kondisinya dinilai jauh dari standar kualitas premium. Ia pun langsung memberikan teguran keras kepada jajaran pejabat Perum Bulog Kancab Meulaboh.

Baca Juga :  Tujuh Bulan Tanpa Perkembangan, Kasus Oplosan Minyak Kita Tuai Polemik

​”Saya minta kualitas beras ini ditingkatkan. Ini akan dikonsumsi oleh rakyat, jadi harus memenuhi standar kelayakan yang baik,” tegas Jamaluddin.

​Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, ia menyatakan tidak akan segan melakukan inspeksi lanjutan jika tidak ada perbaikan nyata dari pihak Bulog.

“Hari ini kami datang untuk mengingatkan. Jika tidak ada upaya perbaikan kualitas, kami akan pastikan ada inspeksi susulan yang lebih ketat,” ujarnya.

​Sebagai wakil rakyat dari Dapil Aceh I, Jamaluddin mengaku prihatin jika masyarakat Aceh menerima beras yang tidak sesuai dengan ketentuan dan standar harga pemerintah.

Baca Juga :  Santri Darul Hikmah Siap Menjadi Generasi Unggul, Bupati Ela: Ilmu Harus Diamalkan

Menurutnya, kualitas Beras Bantuan Pangan (Bapang) di Gudang Meulaboh harus segera dibenahi agar tidak memperburuk citra pelayanan badan usaha milik negara.

​Selain meninjau gudang Bulog, rangkaian agenda reses Jamaluddin di Bumi Teuku Umar ini juga dilanjutkan dengan pengecekan langsung harga beras pemerintah yang beredar di pasar-pasar tradisional Meulaboh guna memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen.