Kritik Keras Helmy Yahya Terhadap MC LCC 4 Pilar Kalbar: Jangan Remehkan Perasaan Peserta

Berry Pratama
A-AA+A++

Helmy Yahya beri tanggapan tentang ucapan MC di LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar. (TikTok/helmyyahyaofficial)

 

LENSACYBER.COM – Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat tengah menjadi sorotan nasional. Warganet menyayangkan respons juri dan MC saat menghadapi protes dari siswa SMAN 1 Pontianak yang menjadi peserta dalam ajang tersebut.

​Sosok MC wanita, Shindy Lutfiana, mendadak viral setelah melontarkan kalimat yang dinilai sebagai bentuk gaslighting karena dianggap tidak memvalidasi kekecewaan peserta.

​“Baik adik-adik, keputusan ada di dewan juri karena mereka yang hadir hari ini sudah sangat berkompeten dan teliti mendengar jawaban kalian. Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya,” ujar Shindy dalam potongan video yang beredar.

​Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari presenter senior, Helmy Yahya. Melalui akun TikTok, @helmyyahyaofficial, ia menegaskan bahwa kalimat tersebut sangat tidak pantas diucapkan.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Sebut Status DPO Ropi Cacat Administrasi dan Bermuatan Intimidasi Psikologis

​Helmy menyayangkan sikap MC yang meremehkan perasaan peserta dalam forum yang bersifat formal dan edukatif.

​“Ah itu hanya perasaan adik saja,’ Ya Allah, pernyataan ini disampaikan dalam acara yang menurut saya sangat serius karena menyangkut masa depan bangsa,” ujar Helmy Yahya dalam vidionya tiktoknya, kamis (14/05/26).

Ia menambahkan bahwa seringkali generasi yang lebih tua enggan mendengarkan aspirasi anak muda.

“Tolong dengarkan mereka. Saya tahu mungkin (MC) tidak sengaja, tapi kalimat itu jika dianggap bercanda, dalam konteks ini sama sekali tidak lucu. Pikirkan dulu sebelum bicara,” tegasnya.

Helmy juga membagikan pengalamannya selama puluhan tahun berkarier di dunia penyiaran. Ia menceritakan momen saat melakukan kesalahan fatal dalam program Siapa Berani. Alih-alih bersembunyi, Helmy memilih untuk berani minta maaf secara terbuka keesokan harinya setelah menyadari ia memberikan jawaban yang salah.

Baca Juga :  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

​Selain integritas, ia menekankan pentingnya mendengar dalam berkomunikasi. Baginya, komunikasi yang baik bukan sekadar pandai bicara, melainkan kemauan untuk memahami argumen orang lain.

Terakhir, Helmy berpesan agar seseorang jangan mencari alasan saat melakukan kesalahan. Ia mengkritik keras sikap yang enggan mengakui kekeliruan dengan dalih kendala teknis, seperti menyalahkan kualitas pengeras suara.

​“Kalau salah, akui saja. Meskipun kesalahan itu dilakukan kepada anak-anak atau mereka yang lebih muda,” pungkasnya.

​Terkait kegaduhan ini, Shindy Lutfiana diketahui telah mengakui kesalahannya dalam memberikan respons. Ia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi untuk kariernya di masa depan.