Lulusan SMK Negeri 1 Bongas Pilih Magang ke Jepang, Tekad Bantu Ekonomi Keluarga

Lensacyber
A-AA+A++

 

INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Berbeda dengan teman sebayanya yang masih bimbang usai lulus sekolah, Rizki, pemuda asal Kecamatan Gabuswetan, Indramayu, sudah punya arah jelas. Lulusan 2026 itu memutuskan magang ke Jepang lewat pendidikan bahasa di LPK Sholeh Vision Center, Desa Kebondanas, Kecamatan Pusakajoa, Subang.

Langkah awal dimulai Minggu 14/6/2026. Rizki bersama Firman, juga warga Gabuswetan, resmi memulai pembelajaran di LPK. Keduanya memilih keluar dari zona nyaman. Tekadnya sederhana: memperbaiki kondisi ekonomi keluarga dan membangun masa depan lebih baik.

Perjalanan ke Negeri Sakura tak mudah. Mereka harus menguasai bahasa Jepang, memahami budaya kerja, disiplin, dan menyiapkan mental. Itu semua jadi bekal sebelum berangkat kerja di Jepang.

Baca Juga :  Ketua Dewan Pers: Jurnalisme Sehat adalah Jangkar Peradaban di Tengah Disrupsi Informasi

Ibu Rizki, Cinih 47, mengaku haru dan bangga. Baginya, keputusan anaknya adalah langkah berani demi masa depan.

“Saya bangga dan terharu. Semoga Rizki sehat, lancar belajar, dan dimudahkan prosesnya ke Jepang. Harapan saya, dia sukses, jadi pribadi baik, bisa bantu orang tua dan bermanfaat untuk keluarga,” ujar Cinih.

Peran LPK jadi kunci agar pemuda siap kerja di luar negeri. Pemilik LPK Sholeh Vision Center, Bang Sholeh, bilang pihaknya mendampingi peserta dari pendidikan bahasa sampai keberangkatan. Komunikasi dengan orang tua juga dijaga agar transparan.

Baca Juga :  Pengrusakan Jagung Ketahanan Pangan di Ketapang Berujung Pengungkapan 3 Ons Sabu dan Dugaan Keterlibatan Polisi

“Kami selalu update perkembangan siswa ke orang tua. Rizki, Firman, dan siswa lain kami harap belajar sungguh-sungguh supaya dapat kerja bagus di Jepang dan membanggakan keluarga,” kata Bang Sholeh.

Ia menegaskan LPK membuka pintu seluas-luasnya untuk pemuda yang mau kerja ke Jepang. Soal biaya, pihaknya siap bantu tanpa agunan sampai berangkat, agar tidak membebani orang tua. Kuncinya: mau belajar dan disiplin.

Bagi Rizki dan Firman, langkah ke Jepang bukan sekadar pindah negara. Itu bentuk perjuangan anak muda dari desa di Indramayu untuk mengubah mimpi jadi nyata, sekaligus membanggakan keluarga.*(D Duryanto)

Pos Terkait

Read Also

Anggaran Sewa Armada Sampah Rp3 Miliar di DLH Indramayu Belum Terserap, Publik Pertanyakan Kinerja Pengelolaan

  INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Pengelolaan anggaran di Dinas...

Tangis Haru dan Asa Besar Iringi Pelepasan Siswa SMPN 1 Gabuswetan Tahun 2026

  INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Langkah-langkah kecil yang dahulu...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan