Aneh Tapi Nyata! Pohon Dibiarkan Berdiri di Tengah TPT, Proyek Jalan Sukamelang sampai Kedokan Gabus Jadi Sorotan

Lensacyber
A-AA+A++

Indramayu, Lensacyber.com – Proyek rekonstruksi Jalan Sukamelang – SP Kedokan Gabus yang berlokasi di Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu, menuai sorotan publik. Proyek yang dikerjakan oleh CV Putra Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp1.630.548.000 itu diduga menyisakan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaannya di lapangan.

Temuan awak media pada Kamis (25/6/2026) menunjukkan adanya pekerjaan pasangan batu Turap Penahan Tanah (TPT) yang diduga memanfaatkan konstruksi lama. Bahkan, yang lebih mencuri perhatian, terdapat pohon yang tetap dibiarkan berdiri dan justru masuk ke dalam struktur pasangan batu TPT yang sedang dibangun.

Sejumlah pekerja di lokasi mengakui bahwa sebagian pekerjaan TPT dilakukan dengan melanjutkan pasangan batu yang sudah ada sebelumnya.

“Kalau pasangan batu yang lama masih bagus, kita tinggal lanjutkan saja. Lebar TPT sekitar 40 sentimeter dan tingginya sekitar 25 sentimeter,” ujar seorang pekerja berinisial IW kepada awak media.

Baca Juga :  Polda Kalbar Hadiri Rapat Penyelesaian Permasalahan Keveteranan, Perkuat Sinergi Pemenuhan Hak Veteran

Saat ditanya mengenai keberadaan pohon yang berada tepat di tengah konstruksi TPT, pekerja tersebut mengaku hanya menjalankan instruksi dari mandor pelaksana.

“Saya hanya mengikuti perintah mandor. Tugas saya memasang batu,” katanya singkat.

Keberadaan pohon yang tidak dipindahkan sebelum pembangunan TPT dilakukan memunculkan pertanyaan mengenai kualitas perencanaan dan pelaksanaan proyek. Pasalnya, secara teknis keberadaan vegetasi besar yang menyatu dengan konstruksi berpotensi memengaruhi ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Selain itu, dugaan pemanfaatan struktur lama tanpa penjelasan teknis yang terbuka juga memunculkan pertanyaan publik terkait kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Camat Ulujami Waluyo Pimpin Korve Jumat Bersih, Wujudkan Lingkungan Asri di Desa Bumirejo

Di sisi lain, minimnya pengawasan di lapangan turut menjadi sorotan. Beberapa pekerja menyebutkan bahwa mandor pelaksana yang dikenal dengan nama Gin Gin jarang berada di lokasi pekerjaan. Saat awak media berupaya melakukan konfirmasi, yang bersangkutan belum berhasil ditemui.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh klarifikasi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait guna mendapatkan penjelasan yang utuh dan berimbang. Publik pun menanti jawaban, apakah kejanggalan yang terlihat di lapangan merupakan bagian dari metode kerja yang dibenarkan secara teknis atau justru indikasi adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Indramayu tersebut.
(Sucipto)