Mapag Pengantin Sarat Tradisi, Doa dan Pantun Iringi Penjemputan Calon Mempelai di Desa Druntenkulon

Lensacyber
A-AA+A++

Indramayu, Lensacyber.com – Suasana penuh kehangatan dan nuansa adat mewarnai prosesi Mapag Pengantin yang digelar pada Kamis (2/7/2026) di Desa Druntenkulon, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Tradisi yang masih lestari ini menjadi rangkaian menjelang akad nikah Budi Setiawan, putra pertama pasangan H. Kaswan, dengan Maharani Yustika Dewi (Tika), putri pertama dari H. Sarif Hartono, yang dijadwalkan akan melangsungkan akad nikah pada Jumat (3/7/2026) di kediaman mempelai pria.

Prosesi berlangsung khidmat sekaligus penuh keakraban. Rombongan keluarga mempelai pria disambut hangat oleh keluarga mempelai wanita sebagai simbol penghormatan, silaturahmi, serta ikatan kekeluargaan yang akan dipersatukan melalui sebuah pernikahan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kuwu Desa Druntenkulon, Adi Sucipto, yang menyampaikan doa dan ucapan selamat kepada kedua calon mempelai.

“Atas nama Pemerintah Desa Druntenkulon, saya mengucapkan selamat kepada Budi Setiawan dan Tika. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, menjadikan rumah tangga yang akan dibangun menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, diberikan keturunan yang saleh dan salehah, serta selalu dipenuhi kebahagiaan hingga akhir hayat,” ujar Adi Sucipto.

Baca Juga :  Perkuat Soliditas TNI - Polri, Kapolda Kalbar Silaturahmi kepada Pangdam XII/Tanjungpura

Sementara itu, Lebe Rasito selaku wakil keluarga mempelai pria menjelaskan bahwa kedatangan rombongan merupakan bagian dari tradisi untuk menjemput calon mempelai wanita sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan sebelum akad nikah dilaksanakan.

“Kedatangan kami hari ini merupakan amanah dari keluarga besar mempelai pria untuk menjemput calon mempelai wanita sebagai rangkaian adat menjelang akad nikah. Semoga silaturahmi ini menjadi awal yang baik dan membawa keberkahan bagi kedua keluarga,” tutur Rasito.

Dengan gaya penyampaian yang khas dan mengundang senyum para tamu, Rasito juga menyampaikan sebuah pantun yang disambut tawa hangat hadirin.

“Tuku bolu, tuku delima, tukune ning Pasar Pejaten. Kelaya-laya sing RT wolu ning RT lima, perlune pengen mapag penganten.”

Pantun tersebut semakin mencairkan suasana, memperlihatkan bahwa tradisi tidak hanya sarat makna, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang penuh keakraban.

Mewakili keluarga mempelai wanita, Ustadz Abu Bakar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran rombongan keluarga besar mempelai pria. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan.

Baca Juga :  Anggaran Rp10,1 Miliar, Rekonstruksi Jalan Petarukan–Gondang Pemalang Diterpa Isu Miring

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran rombongan keluarga besar mempelai pria. Mohon maaf apabila dalam penyambutan, tempat maupun hidangan masih terdapat kekurangan. Hari ini kami menitipkan putri kami kepada keluarga mempelai pria. Kami berharap ia senantiasa dibimbing, dijaga, disayangi, dan dibina dengan penuh kasih sayang agar kelak menjadi keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah,” ungkap Ustadz Abu Bakar.

Tradisi Mapag Pengantin yang masih dipertahankan masyarakat Desa Druntenkulon menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya, penghormatan kepada keluarga, dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Prosesi ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi simbol penyatuan dua keluarga besar yang diikat oleh doa, adat istiadat, dan harapan akan kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan.

(D Duryanto)

Pos Terkait

Read Also

Bangun Sinergitas, Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI) Gelar Silaturahmi ke Koramil 1616/Kandanghaur Indramayu 

Indramayu, Lensacyber.com – Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI)...

Pemcam Kandanghaur Sambut Kunjungan Silaturahmi Komunitas Jurnalis Pantura Indramayu (KJPI), Siap Bangun Sinergi Informasi untuk Publik

Indramayu, LensaCyber.com – Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Kandanghaur, Kabupaten...