PONTIANAK, LENSACYBER.COM – Gerakan Pemuda Dayak (GERDAYAK) Indonesia Provinsi Kalimantan Barat resmi menggelar Konferensi Provinsi (KONFERPROV) II. Mengangkat tema “Eksistensi Masyarakat Dayak di Tengah Arus Globalisasi”, agenda tertinggi organisasi tingkat provinsi ini berlangsung di Hotel Harris Pontianak dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Krisantus Heru Siswanto, dalam laporan resminya menegaskan bahwa KONFERPROV II ini merupakan amanat konstitusi organisasi yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Forum ini menjadi sarana krusial untuk mengevaluasi kepengurusan, menyusun program kerja strategis, menyampaikan laporan pertanggungjawaban, sekaligus memilih nakhoda kepemimpinan GERDAYAK Kalimantan Barat untuk periode berikutnya,” ujar Heru, Sabtu (04/07/2026).
Konferensi ini dihadiri oleh utusan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) GERDAYAK dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Masing-masing daerah mendelegasikan unsur pimpinan inti (Ketua, Sekretaris, dan Bendahara). Total peserta penuh yang hadir berjumlah 42 orang, dengan total target peserta dan undangan mencapai 200 orang.
Heru menyampaikan apresiasi yang mendalam atas dukungan luas dari berbagai elemen strategis. Kehadiran para tokoh lintas sektor dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan memperkokoh kerja sama multi-etnis demi pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“GERDAYAK Kalimantan Barat meyakini bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta menciptakan kehidupan yang harmonis berlandaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” dikatakannya.
Melalui forum ini, GERDAYAK berharap dapat melahirkan gagasan, rekomendasi, serta program kerja konkret yang mampu menjawab tantangan zaman. Pemuda Dayak berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Di akhir laporannya, panitia pelaksana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung secara moril maupun materil, serta memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan acara.
Pembukaan KONFERPROV II ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting dan mitra strategis dari berbagai kalangan. Acara ini dihadiri oleh Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Perwakilan Nasional (DPN) GERDAYAK Indonesia, Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) GERDAYAK Kalimantan Barat, serta Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat.
Turut hadir pula para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Barat, pengurus KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) GERDAYAK Kabupaten/Kota se-Kalbar, serta para narasumber KONFERPROV II GERDAYAK Kalbar.
Selain itu, kemeriahan acara juga didukung oleh kehadiran perwakilan organisasi etnis seperti Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dan Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT).
Kehadiran Lembaga Seni Budaya, Perkumpulan Merah Putih (PMP), serta berbagai organisasi dan paguyuban multi-etnis di Kalimantan Barat semakin memperkuat semangat kebersamaan. Sinergi ini juga dilengkapi oleh partisipasi aktif para mitra kerja, sponsor, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan sanggar seni budaya setempat.*




