Sawah Mulai Retak, Tanaman padi Mulai Melayu, Petani Gabuswetan Datangi Kantor Kecamatan Desak Penanganan Krisis Air Irigasi

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Indramayu – Ancaman gagal panen mulai menghantui para petani di Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu.

Merasa sawah mereka semakin mengering akibat minimnya pasokan air irigasi, puluhan petani mendatangi Kantor Kecamatan Gabuswetan, Jumat (10/7/2026), untuk meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum kondisi semakin parah.

Aspirasi para petani diterima langsung oleh Plt. Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, S.T., M.Si., didampingi Kapolsek Gabuswetan AKP H. Karnadi, S.H., serta pengamat pengairan dan pengamat pertanian. Pertemuan berlangsung sebagai upaya mencari solusi atas krisis air yang mulai mengancam ribuan hektare lahan pertanian pada musim tanam gadu.

Baca Juga :  Aneh Tapi Nyata! Pohon Dibiarkan Berdiri di Tengah TPT, Proyek Jalan Sukamelang sampai Kedokan Gabus Jadi Sorotan

Perwakilan petani, Sudibyo, mengungkapkan bahwa debit air irigasi terus menurun dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, hamparan sawahi kini mulai mengering, jika pasokan Air
tidak segera dipulihkan, hasil panen di pekirakan, akan menurun dan kerugian petani sulit dihindari.

Keluhan senada disampaikan Rasmudi dan Aco Abdullah. Mereka mengatakan banyak sawah yang sudah mengalami kekeringan hingga tanahnya retak-retak. Tanaman padi mulai layu, bahkan sebagian terancam mati akibat tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.

Usai menerima aspirasi, Plt. Camat Gabuswetan, Rusyad Nurdin, S.T., M.Si., langsung meninjau lokasi persawahan untuk melihat kondisi yang dikeluhkan para petani.

Dari hasil peninjauan tersebut, pemerintah kecamatan akan segera berkoordinasi dengan Kecamatan Bongas serta instansi terkait guna mempercepat penanganan distribusi air irigasi.

Baca Juga :  Sukseskan Pilkades Serentak 2026, Camat se-Kabupaten Pemalang Intensifkan Sosialisasi dan Pengawasan

“Kami menerima dan memahami keluhan para petani. Aspirasi ini akan segera kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama instansi terkait agar persoalan kekeringan dapat segera diatasi dan kebutuhan air irigasi masyarakat terpenuhi,” kata Rusyad.

Harapan para petani kini tertuju pada langkah cepat pemerintah. Mereka berharap distribusi air dapat segera dinormalisasi agar tanaman padi bisa terselamatkan.

Bagi petani Gabuswetan, setiap hari keterlambatan penanganan berarti semakin besarnya risiko kehilangan hasil panen pada musim tanam gadu.
(Sucipto)