Wakapolres Ketapang Hadiri Penutupan IPSI Cup II 2026, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berkarakter

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Ketapang –  Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup II Tahun 2026 resmi ditutup di GOR Indoor PELTI Ketapang, Jalan RM. Sudiono, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Minggu (26/7/2026) malam.

Mengusung tema “Melestarikan Budaya Melalui Prestasi Pencak Silat Pada Generasi Muda”, penutupan ajang seni bela diri tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Acara ini dihadiri oleh Bupati Ketapang Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., Wakapolres Ketapang KOMPOL Hoerrudin, S.I.K., M.H. yang hadir mewakili Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR., unsur Forkopimda, Ketua IPSI Ketapang H. Luhur Faraytodi, S.Sos., M.AP., tokoh masyarakat, serta ratusan peserta dan official.

Baca Juga :  Pemkab Lampung Timur Gandeng Pemuda Gelar Nobar Final Piala Dunia di Pasar Sukadana

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, juri, dan pelatih yang telah menyukseskan gelaran ini hingga berlangsung aman dan tertib. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya bangsa yang sarat akan nilai-nilai luhur.

“Pembinaan pencak silat harus terus didukung agar mampu melahirkan generasi muda Kabupaten Ketapang yang sehat, berkarakter, dan berprestasi,” ujar Alexander Wilyo.

Sementara itu, Wakapolres Ketapang KOMPOL Hoerrudin menegaskan komitmen Kepolisian dalam mendukung berbagai kegiatan positif pemuda untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Baca Juga :  Tradisi Petik laut tahunan Pasuruan berlangsung pada 27–28 Juni 2026

“Kejuaraan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda agar memiliki jiwa disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas. Kami berharap lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di tingkat nasional maupun internasional,” tegas KOMPOL Hoerrudin.

Penutupan ajang tahunan ini menjadi lecutan semangat bagi para atlet muda Ketapang untuk terus mengasah kemampuan serta melestarikan seni bela diri tradisional sebagai identitas budaya bangsa.