Festival Budaya Arahiwang 2026, ‘Arahiwang Mboten Sepele’ Purworejo Jadi Panggung Pelestarian Keris dan Budaya Nusantara

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Purworejo ,-  Kabupaten Purworejo kembali bersiap menjadi pusat perhatian para pegiat budaya.
Festival Budaya Arahiwang 2026 yang akan digelar pada 12–13 September 2026 di Art Center Purworejo, menghadirkan bursa keris, pusaka, benda antik Nusantara, serta forum literasi budaya yang dikemas sebagai ruang edukasi dan pelestarian warisan leluhur.

Mengusung tema *”Ngleluri Budaya, Ngrembaka Jati Diri Bangsa”* , festival ini merupakan kolaborasi antara Pasar Budaya Arahiwang Purworejo dan Paseban Risangaji. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bertemunya para empu, kolektor, pecinta tosan aji, budayawan, akademisi, hingga masyarakat umum dalam satu semangat menjaga identitas budaya bangsa.

Ketua Pelaksana Festival Budaya Arahiwang, Ki Guntur Gunadi, mengatakan :
_”Festival Arahiwang kami hadirkan sebagai ruang bersama untuk belajar, berbagi, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara. Kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat melihat keris dan pusaka bukan sekadar benda bersejarah, melainkan warisan nilai, filosofi, dan jati diri bangsa yang harus terus dijaga,”_ ujarnya.

Baca Juga :  Polda Kalbar dan KPAI Perkuat Sinergi Revitalisasi Penanganan TPPO, Utamakan Perlindungan Anak

Sementara itu, Ketua Paseban Risangaji, Ki Widjonarko, menegaskan bahwa keris merupakan hasil peradaban yang sarat makna dan tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia.

_”Melestarikan keris berarti merawat peradaban. Di balik sebilah keris terdapat ilmu, etika, spiritualitas, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Karena itu, festival ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada masyarakat luas,”_ tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Pasar Budaya Arahiwang Purworejo, Ki Sugiyanto, berharap festival ini mampu memperkuat posisi Purworejo sebagai salah satu daerah yang aktif dalam pelestarian budaya sekaligus menjadi destinasi wisata budaya.

_”Kami ingin Festival Budaya Arahiwang menjadi agenda budaya yang dinanti setiap tahun. Tidak hanya menggerakkan para pelaku budaya, tetapi juga memberi dampak positif bagi pariwisata, ekonomi kreatif, dan semakin memperkenalkan Purworejo sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan warisan budaya,”_ katanya.

Baca Juga :  Wakapolres Ketapang Hadiri Tradisi Pencucian Senjata Pusaka Tanah Kayong Di Pendopo Bupati Ketapang

Tak hanya menghadirkan bursa pusaka dan literasi budaya, Selama dua hari pelaksanaan, Festival Budaya Arahiwang 2026 juga akan diramaikan dengan beragam pertunjukan seni tradisi dan kegiatan kebangsaan. Pengunjung akan disuguhi sajian kuliner tradisional, pementasan Kethoprak Sanggar Arahiwang, Jarkep Langen Eko Budoyo, Incling Arahiwang, Gejog Lesung Borowetan, serta penampilan Hadroh Popongan yang akan menambah semarak suasana festival.

Selain pertunjukan seni, penyelenggara juga menghadirkan rangkaian kegiatan yang mengedepankan nilai persatuan dan edukasi, di antaranya Orasi Kebangsaan, Doa Lintas Iman, Dialog Kebangsaan, kawasan Perkopian sebagai ruang interaksi masyarakat, serta Edukasi Pecut yang memperkenalkan nilai sejarah, filosofi, dan teknik penggunaan pecut sebagai bagian dari kekayaan budaya tradisional Nusantara.

Dengan semangat “Lestari Budaya, Bangga Berbudaya, Untuk Generasi, Untuk Nusantara”, Festival Budaya Arahiwang 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa sekaligus membangun sinergi antar komunitas budaya dalam menjaga warisan adiluhung Nusantara.
(Chy)