LUWUK, LENSACYBER.COM – Aksi protes sejumlah warga terkait terganggunya distribusi air bersih di Desa Tontouan, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sempat diwarnai pembakaran ban bekas di badan jalan.
Aksi tersebut terjadi di depan Masjid At-Tauhid, Desa Tontouan, Rabu pagi (9/9/2026). Warga melakukan pembakaran ban bekas sebagai bentuk protes akibat terganggunya penyaluran air bersih di sejumlah wilayah desa tersebut.
Personel Polsek Luwuk, Polresta Banggai, yang menerima informasi tersebut segera mendatangi lokasi untuk mengantisipasi agar aksi tidak meluas dan mengganggu ketertiban umum.
Kapolsek Luwuk AKP Muh. Asdar, S.H., mengatakan, aksi tersebut dipicu terganggunya distribusi air bersih akibat berkurangnya debit air pada sumber mata air Bulakan.
“Jadi, masyarakat protes dengan membakar ban bekas,” kata AKP Asdar, Rabu pagi (9/9/2026).
Menurutnya, selain berkurangnya debit air, distribusi air bersih juga terganggu karena terdapat enam pipa yang terlepas dari sambungan bak penampungan. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air bersih ke sejumlah wilayah Desa Tontouan tidak berjalan optimal.
Mendapat informasi mengenai aksi tersebut, personel kepolisian kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat akses maupun penggunaan fasilitas umum.
Polisi mengedepankan pendekatan persuasif sehingga situasi dapat diredam. Selanjutnya, persoalan distribusi air bersih dibahas melalui musyawarah desa.
Dari hasil musyawarah tersebut disepakati bahwa penyaluran air bersih akan dilakukan secara bergiliran untuk setiap dusun.
Kesepakatan itu diharapkan dapat menjadi solusi atas keterbatasan debit air sekaligus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat di setiap dusun tetap terpenuhi.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, aksi warga dapat diredam dan situasi di Desa Tontouan kembali kondusif.
Pewarta : Jo.L
Source : Humas Polresta Banggai








Tidak ada Respon