Wisma Haji Lampung Timur Terbengkalai, Bangunan Miliaran Rupiah Kini Bak Rumah Hantu

Gusti
A-AA+A++

LAMPUNG TIMUR,LensaCyber.com — Wisma Haji yang berlokasi di kawasan Kompleks Islamic Center, Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, kini memprihatinkan. Gedung yang dulunya menjadi kebanggaan daerah dan dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu, saat ini terlihat terbengkalai, berantakan, dan tidak mendapat perawatan layak.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin, 26 Oktober 2026, kerusakan terlihat hampir di seluruh bagian bangunan. Kaca-kaca jendela pecah, sampah berserakan di sejumlah ruangan, kanopi bagian depan roboh, dan plafon banyak yang ambruk dengan material bangunan masih teronggok di lantai.

Kondisi kamar-kamar penginapan pun tak kalah memiriskan. Sebagian besar perabotan rusak parah, hanya tersisa kasur dan lemari usang yang tak layak pakai. Di lantai dua, suasana semakin gelap dan suram karena instalasi listrik tidak berfungsi sama sekali.

Baca Juga :  Camat SokobanahDi duga Sengaja Lindungi Stafnya Yang Sering Bolos

Padahal, Wisma Haji dulunya merupakan salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung Timur. Selain berfungsi sebagai tempat istirahat jamaah haji sebelum keberangkatan, gedung ini juga rutin digunakan untuk menampung tamu daerah, menginap kontingen kegiatan, serta mendukung berbagai kegiatan kedinasan.

Aan, salah satu petugas yang masih berada di lokasi, mengungkapkan bahwa kondisi gedung mulai memburuk sejak pengelolaan perawatan tidak lagi berjalan maksimal.

“Setahun lalu masih terawat dengan baik. Namun semenjak 14 orang petugas tidak diangkat menjadi tenaga paruh waktu di bawah P3K, perlahan-lahan kondisinya menurun hingga seperti saat ini,” ungkap Aan.

Melihat kondisi tersebut, Robenson, Ketua Barisan Relawan Jalan Perubahan (BARA-JP) Lampung Timur, turut menyayangkan kelalaian pemeliharaan aset daerah tersebut.

“Sangat memprihatinkan. Bangunan bernilai miliaran rupiah ini kondisinya seperti rumah hantu — berantakan, kotor, dan tidak terurus sama sekali. Ini adalah aset rakyat yang seharusnya dijaga dengan baik,” tegas Robenson.

Baca Juga :  Kades Manter Resmi Dilantik, Momentum Baru Perkuat Pelayanan dan Pembangunan Desa

Pihak BARA-JP berkomitmen untuk menelusuri alasan di balik pengabaian pemeliharaan gedung tersebut.

“Kami akan telusuri secara transparan — apakah ada alokasi anggaran untuk perawatan gedung ini? Jika ada, ke mana dana tersebut dialokasikan dan untuk apa digunakan? Semestinya aset daerah dijaga, bukan dibiarkan hancur begitu saja,” tambahnya.

Yang semakin terasa ironis, Wisma Haji yang kini terbengkalai itu berdiri tepat berdampingan dengan sejumlah fasilitas baru yang terawat sangat baik — Mal Pelayanan Publik, Masjid Agung Islamic Center, Gedung Olahraga, dan Sekolah Rakyat yang baru saja selesai dibangun.

 

(Imn)