JAYAPURA, LENSACYBER.COM – Pembangunan gereja di Kampung Rujak, Jayapura, yang selama ini menjadi pergumulan panjang warga akhirnya terwujud berkat kepedulian pengusaha tambang, Haji Muckthar. Langkah tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat luas.
Ketua LSM Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Papua, Yerri Basri Mak, S.H., M.H., menyampaikan rasa kagumnya atas kepedulian Haji Muckthar terhadap warga Kampung Rujak.
“Hal yang diperlihatkan Haji Muckthar kepada warga Kampung Rujak adalah bentuk tanggung jawab, perhatian, serta kesadaran diri. Kami sangat kagum dan bangga atas kepedulian, perhatian, dan sikap positif beliau kepada warga yang telah bersedia membangun tempat ibadah berupa gereja bagi umat Tuhan di sana,” ujar Yerri. Sabtu (16/5/2026).
Yerri menilai, pembangunan gereja ini adalah bentuk timbal balik yang seharusnya menjadi contoh bagi pengusaha tambang lainnya di Papua.
“Ini luar biasa, kami sangat mengapresiasi dan haturkan terima kasih banyak kepada Haji Muckthar serta kami doakan agar dari niat baiknya, rezekinya dilipatgandakan.”
“Kami juga berharap sikap dan tindakan Haji Muckthar ini dapat diikuti oleh semua pengusaha tambang, bukan saja di Jayapura melainkan di Papua secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia menambahkan, selain mendapatkan izin kelola dari masyarakat adat, para pengusaha juga harus memiliki kesadaran untuk memberi timbal balik kepada masyarakat sekitar.
*Gereja Jadi Jawaban Pergumulan Warga*
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pembangunan Gedung Gereja, David Tigabre, yang juga warga Kampung Rujak. Ia menyebut kehadiran Haji Muckthar di kampungnya membawa perubahan signifikan.
“Gereja yang sekarang nampak di depan mata adalah pergumulan panjang yang dinanti semua warga Kampung Rujak. Dengan selesainya bangunan gereja tersebut, umat Tuhan bisa beribadah memuji dan menyembah Tuhan dengan tenang, nyaman, dan damai,” kata David.
Menurut David, bantuan Haji Muckthar tidak hanya terbatas pada pembangunan gereja.
“Haji Muckthar di mata kami adalah penyelamat. Beliau itu kami punya bapa,”
“Kami punya orang tua yang mengerti Kita. Banyak hal yang ia lakukan untuk kami.”
“Kami susah, beliau bantu. Anak-anak kami sekolah, beliau perhatikan. Ini yang kami bilang, Haji Muckthar kami punya orang tua, tidak boleh ada yang ganggu dia,” ungkapnya.
*Harapan untuk Kampung Lain*
Yerri Basri Mak menambahkan, perhatian serupa juga diharapkan menyentuh kampung-kampung lain seperti Malili.
“Dukungan masyarakat adat setempat pada sosok Haji Muckthar dipertahankan, mengingat daerah yang boleh dikatakan terisolasi jauh dari keramaian kota kini nampak ada perubahan, semua karena perhatian dan kepedulian para pengusaha tambang,” tutupnya. (Red) ***








Tidak ada Respon