Indramayu, Lensacyber.com – Ancaman kekeringan yang mulai menghantui sentra pertanian di Kabupaten Indramayu menjadi momok bagi para petani. Mengeringnya irigasi dikhawatirkan berdampak pada produktivitas lahan hingga mengancam hasil panen musim tanam tahun ini. Di tengah situasi tersebut, bantuan IRPOM dari pemerintah hadir sebagai jawaban atas keresahan petani kususnya di wilayah tadah hujan.
Bagi Kelompok Tani (Poktan) Pudak Sari, Desa Sekarmulya, Kecamatan Gabuswetan, bantuan tersebut bukan sekadar fasilitas pertanian, melainkan penyelamat yang memberi kepastian ketersediaan air di saat musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya.
Ketua Poktan Pudak Sari, Cecep, mengatakan bantuan IRPOM sangat dirasakan manfaatnya oleh para petani. Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan IRPOM ini. Saat ancaman kekeringan mulai dirasakan petani, bantuan ini menjadi harapan besar bagi kami. Kebutuhan air untuk sawah dapat terpenuhi sehingga beban petani jauh lebih ringan.
Program seperti inilah yang benar-benar dibutuhkan masyarakat tani,” ujar Cecep, Minggu (5/7/2026).
Ia menambahkan, keberadaan IRPOM memberikan optimisme bagi petani untuk tetap melanjutkan budidaya tanpa dihantui kekhawatiran kekurangan air. Dengan dukungan tersebut, produktivitas lahan diharapkan tetap terjaga sehingga target panen dapat tercapai.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian akibat perubahan iklim, bantuan pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha tani. Dukungan tersebut sangat bermanfaat kususnya di musim gadu, sehingga para petani bersemangat untuk terus mengolah lahan demi menjaga pasokan pangan.
Poktan Pudak Sari berharap program IRPOM dapat terus berlanjut dan diperluas jangkauannya sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya. Sinergi antara pemerintah dan petani diyakini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman kekeringan sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional di tengah kondisi iklim yang semakin tidak menentu.
(Sucipto)







