Pemalang, Lensacyber.com – Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) Kabupaten Pemalang menyoroti dugaan kurang responsifnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang terhadap sejumlah keluhan masyarakat dan insan pers terkait pola kerja sama publikasi.
Melalui surat permohonan audiensi kepada Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pemalang, AWPB meminta adanya pembahasan terbuka terkait persoalan keterbukaan informasi, khususnya mengenai pengelolaan anggaran publikasi yang berada di Diskominfo Kabupaten Pemalang.
AWPB menilai, keterbukaan dan keadilan dalam menjalin kemitraan dengan insan pers perlu menjadi perhatian pemerintah daerah. Menurut AWPB, seluruh wartawan dan organisasi pers memiliki hak serta kesempatan yang sama dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Ketua Aliansi Wartawan Pantura Bersatu (AWPB) Kabupaten Pemalang, Alwi Assagaf, menyampaikan bahwa sesama insan pers memiliki kedudukan yang sama dan tidak boleh ada praktik pilih kasih dalam menjalin kemitraan.
“Kita sesama profesi punya hak dan legalitas yang sama. Jangan tebang pilih hanya mengakomodir salah satu organisasi pers atau hanya segelintir oknum yang diajak bermitra,” ujar Alwi Assagaf.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pemalang bersama pihak terkait dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit terhadap anggaran yang diterima Diskominfo Kabupaten Pemalang, khususnya yang berkaitan dengan publikasi.
“Perlu diingat, insan pers yang bertugas di Kabupaten Pemalang ini jumlahnya ada ratusan. Jangan tebang pilih.
Kami semua punya hak dan kesempatan yang sama. Apalagi yang digunakan oleh Diskominfo itu uang dari hasil pajak rakyat.
Jadi jangan semua gue saja,” tegas Alwi Assagaf, Minggu (12/7/2026).
AWPB berharap melalui audiensi dengan DPRD Kabupaten Pemalang, persoalan tersebut dapat menemukan solusi serta mendorong terciptanya tata kelola kerja sama publikasi yang transparan, adil, dan sesuai aturan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Diskominfo dan komisi A DPRD Kabupaten Pemalang belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan dan tuntutan yang disampaikan AWPB.
(Setiawan)









