Warga Bandingkan Era Kepemimpinan Sebelumnya, Pembangunan dan Pelayanan Desa Nepa Sampang Kini Dinilai Lebih Nyata

Lensacyber
A-AA+A++

SAMPANG,Lensacyber.com – Perubahan pembangunan dan pelayanan publik di Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, mulai dirasakan masyarakat sejak dipimpin Penjabat (Pj) Kepala Desa Roni.

Berbagai terobosan yang dilakukan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan pelayanan administrasi di balai desa, mendapat apresiasi dari sejumlah warga dan aktivis desa.

Sebelumnya, jabatan Pj Kepala Desa Nepa oleh Subaidi, dan dilanjutkan  Yusuf. Menjelang berakhirnya masa tugas karena memasuki masa pensiun, Yusuf merealisasikan pembangunan berupa rabat beton di jalan utama desa sebagai bagian dari program pembangunan infrastruktur.

Estafet kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Pj Kepala Desa Roni. Di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Desa Nepa kembali melaksanakan pembangunan jalan utama desa melalui pengaspalan sepanjang kurang lebih 400 meter yang bersumber dari Dana Desa.

Pembangunan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah nyata pemerintah desa dalam menjawab kebutuhan masyarakat, mengingat akses jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan kini mulai diperbaiki.

Salah seorang warga Desa Nepa, Samsul (45), mengaku perbaikan jalan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Selama ini jalan di Desa Nepa banyak yang rusak. Sekarang sudah mulai diperbaiki dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Kami berharap pembangunan seperti ini terus berlanjut hingga seluruh jalan desa menjadi layak,” ujarnya. Kamis, (23/6/2026).

Hal senada disampaikan Sulaiman, warga lainnya, yang menilai hasil pembangunan pada masa kepemimpinan Pj Kades Roni lebih terasa manfaatnya.

“Kami tidak ingin membanding-bandingkan, tetapi masyarakat tentu bisa menilai sendiri mana pembangunan yang benar-benar dirasakan. Harapan kami, jalan-jalan lain yang masih rusak juga menjadi prioritas agar seluruh warga mendapatkan manfaat yang sama,” katanya.

Baca Juga :  Dugaan Diskriminasi Layanan BBM di SPBU Jrengik, Ambulans Pembawa Jenazah Dipersulit, Warga Minta Copot Managernya

Selain pembangunan fisik, perubahan juga dirasakan dalam pelayanan pemerintahan desa. Seorang aktivis Desa Nepa Wafi mengungkapkan bahwa aktivitas di balai desa kini lebih hidup dan pelayanan kepada masyarakat dinilai lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.

“Kami mengapresiasi pemerintahan sekarang karena kerja nyatanya mulai dirasakan masyarakat. Balai desa lebih aktif, pelayanan publik lebih terbuka, dan warga bisa mengurus berbagai administrasi langsung di kantor desa,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan pengalaman masyarakat pada periode sebelumnya.

“Dulu, menurut pengalaman kami, banyak masyarakat mengurus berbagai keperluan administrasi ke rumah mantan kepala desa, padahal beliau sudah tidak memiliki jabatan. Kondisi itu menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Sekarang pelayanan sudah terpusat di balai desa sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan Pj Kepala Desa yang merupakan penduduk asli Nepa menjadi salah satu faktor yang melahirkan berbagai terobosan pembangunan.

Meskipun efesiensi anggaran dana desa, tapi bagi pemdes nepa patut diapresiasi bisa bangun jalan dengan panjang sekitar 4 ratus Meter.

“Sebagai putra asli Desa Nepa, Pak Roni memahami kebutuhan masyarakat. Kami berharap pembangunan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut hingga seluruh wilayah desa merasakan pemerataan pembangunan,” tambahnya.

Meski demikian, sejumlah warga masih mempertanyakan penggunaan Dana Desa pada periode-periode sebelumnya.

Mereka berharap pengelolaan anggaran desa ke depan semakin transparan, akuntabel, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat masih terdapat beberapa ruas jalan yang belum tersentuh pembangunan.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Harga, Pemkab Sampang dan Pemkot Mojokerto Ambil Langkah Ini

Menanggapi hal tersebut, Pj Kepala Desa Nepa, Roni, menjelaskan bahwa pembangunan jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah desa karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Kami berupaya memaksimalkan Dana Desa yang tersedia untuk kebutuhan paling mendesak. Infrastruktur jalan menjadi prioritas karena sangat dibutuhkan masyarakat. Meskipun tahun ini anggaran Dana Desa mengalami penyesuaian atau pemangkasan, kami tetap berkomitmen melanjutkan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelas Roni.

Roni menambahkan, Pemerintah Desa Nepa akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, menjaga transparansi pengelolaan anggaran, serta membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga.

Terpisah, pengamat pemerintahan desa di Kecamatan Banyuates, M. Hasan, menegaskan bahwa seluruh penggunaan Dana Desa harus dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Setiap penggunaan Dana Desa wajib dapat dipertanggungjawabkan. Apabila masyarakat memiliki pertanyaan terkait pengelolaan anggaran pada periode sebelumnya, mekanisme pengawasan melalui Inspektorat maupun lembaga yang berwenang dapat ditempuh sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Hingga kini, Desa Nepa masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Selain masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan perbaikan, masyarakat juga berharap peningkatan pembangunan di sektor lain, seperti pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan fasilitas umum, terus menjadi perhatian pemerintah desa.

Dengan berbagai perubahan yang mulai dirasakan masyarakat, warga berharap pembangunan di Desa Nepa dapat berjalan secara berkelanjutan, transparan, dan merata sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mempercepat kemajuan desa.