Mahasiswa USU Penerima Beasiswa Kapolri Bedah Buku Internasional di UI, Resmi Jadi Referensi Nasional

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Jakarta – Momentum Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai oleh kisah inspiratif dari dunia akademik.

Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) sekaligus penerima Beasiswa Kapolri, sukses menggelar peluncuran dan bedah buku skala internasional di Universitas Indonesia (UI).

Buku karya Ja’far bertajuk “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” dibedah secara mendalam di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Agenda yang didukung oleh Perpustakaan Nasional RI, IKAPI, Kemenpora RI, dan FKM UI ini diikuti sekitar 500 peserta luring dan 1.500 peserta daring.

Transformasi Pengalaman Empiris Menjadi Referensi Akademik
Buku setebal lebih dari 400 halaman tersebut merangkum perjalanan hidup Ja’far—seorang anak yatim asal Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, yang pernah merantau bermodal Rp70.000—hingga berhasil mengembangkan inovasi pengobatan Biofar SS.

Karya ini tidak hanya berisi narasi motivasi, tetapi juga mengintegrasikan lebih dari 200 referensi ilmiah lintas disiplin, seperti Grand Theory Modal Sosial, Post-Traumatic Growth, hingga Consolidated Framework for Implementation Research (CFIR).

Baca Juga :  Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Asosiasi Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (ASWAKADA)

“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi ilmu pengetahuan,”kata Ja’far pada wartawan 17/8/2026 .

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas dukungan beasiswa pendidikan yang diterimanya.

Acara ini dibuka atas nama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui perwakilan pimpinan Polri, Irjen Pol Dr. Andry Wibowo, S.I.K., M.H., M.Si. Dalam sambutannya, diungkapkan bahwa ketekunan dan kepedulian sosial Ja’far menjadi teladan bagi generasi muda Indonesia.

Sejumlah tokoh dan akademisi memberikan penilaian positif terhadap karya ini diantaranya:
Prof. dr. Adang Bachtiar, M.P.H., D.Sc. (Guru Besar FKM UI): Menilai buku ini memiliki nilai akademis tinggi karena menghubungkan pengalaman empiris dengan teori ilmiah mutakhir, serta merujuk potensi penulis untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di Harvard University.

Baca Juga :  Tradisi Petik laut tahunan Pasuruan berlangsung pada 27–28 Juni 2026

Dr. Rosleny Marliani, M.Si., CPP (Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati): Menyoroti ketangguhan psikologis (resilience) dan pembentukan karakter penulis dari perspektif psikologi perkembangan.

Prof. Dr. Ir. Zulhaida Lubis, M.Kes. (Guru Besar FKM USU): Menyebut karya ini sebagai kebanggaan almamater dan bukti kontribusi nyata bagi dunia pengetahuan.

Kemenpora secara resmi menetapkan Muhammad Ja’far Hasibuan sebagai Ikon Pemuda Terdaftar Resmi Kemenpora RI, sementara Perpusnas RI memasukkan karya tersebut ke dalam koleksi referensi nasional.

Melalui pendekatan multidisiplin yang dihadirkan, buku ini diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan di bidang kesehatan masyarakat serta inovasi pemuda di Indonesia.

Yani