Kemarau Panjang Karhutla Melanda, Ratusan Warga dan Forkopimcam Sungai Laur Gelar Salat Istisqa

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Ketapang – Menghadapi ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang yang melanda selama dua bulan terakhir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, tokoh adat, serta ratusan masyarakat Kecamatan Sungai Laur menggelar Salat Istisqa secara berjamaah pada Kamis (27/8/2026) pagi.

Aksi ibadah bermunajat memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa ini dipusatkan di halaman Kantor Camat Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Langkah spiritual ini diambil guna mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian meningkat seiring cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut.

Kondisi tanah yang mengering serta minimnya curah hujan dalam kurun dua bulan terakhir tak hanya memicu potensi kebakaran lahan dan hutan,tetapi dapat juga mengganggu kesehatan warga akibat kabut asap,dampak terparah dirasakan warga mulai sulitnya pasokan air bersih untuk kebutuhan harian masyarakat setempat.

Baca Juga :  Ciptakan Lingkungan Kerja Bersih, Kecamatan Ulujami Gelar Korve Jateng Asri

Camat Sungai Laur, Donatus Kantek, menyampaikan bahwa selain upaya fisik berupa pencegahan dan kesiapsiagaan pemadaman di lapangan, pendekatan keagamaan melalui doa bersama dipandang sangat krusial dilakukan secara bersinergi.

“Musim kemarau sudah memasuki bulan kedua dan potensi karhutla kian meningkat. Melalui Salat Istisqa ini, kita menyatukan harapan bersama seluruh elemen masyarakat—mulai dari Forkopimcam, tokoh agama, hingga tokoh adat—agar hujan segera turun mendinginkan titik-titik rawan kebakaran dan mengakhiri kekeringan ini,” ujar Donatus di sela-sela kegiatan.

Suasana khusyuk menyelimuti jalannya ibadah di bawah terik matahari. Salat sunnah dua rakaat tersebut dipimpin oleh Ustaz Suniwar bertindak sebagai imam.

“Usai pelaksanaan salat, Ustaz Suniwar menyampaikan khotbah yang menyentuh hati para jamaah, mengajak seluruh warga untuk memperbanyak istigfar, bertaubat, serta memohon agar lahan dan bumi tidak lagi dilanda kekeringan sehingga tumbuh-tumbuhan dapat hidup dan subur kembali.kata Suniwar

Baca Juga :  Polda Jatim dan Tim Gabungan Lakukan Penindakan dan Penegakan Hukum Narkoba di Jalan Kunti Surabaya

Seirama dengan hal tersebut, para tokoh adat dan tokoh agama yang hadir turut menyerukan himbauan moral agar masyarakat senantiasa menjaga kelestarian alam.

Warga diimbau keras untuk tidak membuka lahan bercocok tanam dengan cara membakar di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.

Masyarakat Sungai Laur berharap ikhtiar bersama ini membawa keberkahan,Agar hujan segera turun memadamkan potensi titik api (hotspot), serta memulihkan ketersediaan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga di sungai Laur Kabupaten Ketapang.

Yani