PURWOREJO, LensaCyber.com – Pelestarian budaya Purworejo tidak cukup hanya mengandalkan panggung pertunjukan. Peran komunitas dinilai menjadi kunci agar seni, tradisi dan identitas budaya daerah tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Pesan itu mengemuka dalam Festival Budaya Arahiwang 2026 yang digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (12-13 September 2026). Momentum tersebut ditandai dengan pengukuhan sejumlah komunitas budaya oleh Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, S.H.
Bupati Yuli Hastuti hadir bersama Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, S.I.Kom., M.Si., jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas budaya, pelaku UMKM serta masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang melibatkan berbagai elemen komunitas. Kirab tersebut menjadi gambaran keberagaman seni dan budaya yang tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat Purworejo.
Perhatian utama kemudian tertuju pada agenda pengukuhan komunitas budaya oleh Bupati Yuli Hastuti. Pengukuhan ini menjadi bentuk pengakuan sekaligus dorongan agar komunitas mengambil peran lebih besar dalam menjaga, mengembangkan dan mewariskan kebudayaan daerah.
Bupati Yuli Hastuti menyampaikan ucapan selamat atas berdiri dan dikukuhkannya komunitas-komunitas budaya di Kabupaten Purworejo.
«“Selamat atas berdiri dan dikukuhkannya komunitas-komunitas budaya di Kabupaten Purworejo. Semoga dapat menjadi garda depan pelestarian budaya, khususnya budaya Purworejo,” ujar Yuli Hastuti.»
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya posisi komunitas sebagai penggerak pelestarian budaya. Mereka tidak hanya tampil ketika ada pertunjukan, tetapi diharapkan mampu menjaga keberlangsungan seni dan tradisi di tengah masyarakat.
Selain kirab dan pengukuhan, masyarakat disuguhi berbagai agenda pendukung. Expo UMKM turut memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka.
Nuansa tradisi semakin kuat dengan pelepasan burung merpati serta pagelaran Incling, salah satu kesenian tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Purworejo.
Kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan jajaran OPD dalam kegiatan tersebut juga memperlihatkan adanya dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Namun, tantangan komunitas budaya tidak berhenti pada seremoni pengukuhan. Setelah resmi dikukuhkan, komunitas dituntut mampu menjaga eksistensi, melakukan regenerasi dan memastikan seni tradisi tetap dekat dengan generasi muda.
Arahiwang 2026 akhirnya bukan sekadar panggung hiburan. Gelaran ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa budaya Purworejo membutuhkan pelaku yang bergerak, komunitas yang bertahan dan generasi penerus yang mau mengambil bagian.
Sebab, ketika budaya hanya dipertontonkan, ia berisiko menjadi kenangan. Tetapi ketika komunitas terus menghidupkannya, budaya akan tetap menjadi identitas masyarakat Purworejo. {CHY}







