PEMALANG , LENSACYBER.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang mendapat sorotan kritis dari publik terkait arah kebijakan anggaran di penghujung tahun 2026. Pemkab Pemalang dinilai terlalu fokus mengalokasikan dana pinjaman bank senilai ratusan miliar rupiah hanya untuk pembangunan infrastruktur jalan, sementara isu-isu krusial seperti penanganan sampah dan mitigasi bencana terabaikan.
Sorotan tersebut mengemuka seiring maraknya keluhan masyarakat di media sosial mengenai penumpukan sampah dan pendangkalan sejumlah aliran sungai yang belum tersentuh normalisasi secara maksimal.
Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan mengingat wilayah Pemalang kini mulai memasuki musim penghujan dengan ancaman potensi banjir.
Pemerhati lingkungan setempat menyayangkan skema prioritas Pemkab Pemalang yang dinilai lebih mengedepankan proyek fisik ketimbang penanganan lingkungan hidup dan masalah sosial mendesak lainnya.
“Pemkab Pemalang hendaknya sedia payung sebelum hujan, jangan menunggu viral baru memberikan perhatian. Publik berharap ada tindakan nyata tanpa perlu banyak kegiatan seremonial atau pencitraan yang hanya menyenangkan kelompok tertentu,” tegas Aditapa pemerhati lingkungan hidup di Pemalang, Rabu (4/11/2026).
Selain masalah sampah dan pendangkalan sungai, publik juga menyoroti lambatnya penanganan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta kasus bullying yang masih marak terjadi di beberapa lembaga pendidikan di Pemalang.








Tidak ada Respon