PONTIANAK, LENSACYBER.COM – Sebanyak 89 pemuda terpilih resmi bertolak menuju Cina untuk menimba ilmu teknologi pengolahan aluminium. Pelepasan peserta Operations Development Program (ODP) besutan PT Dharma Inti Bersama (DIB) ini berlangsung khidmat di Bandara Supadio, Pontianak, pada Senin (18/5).
Langkah ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan misi peningkatan kompetensi bagi 140 peserta yang telah lolos seleksi ketat. Sebelum berangkat, mereka telah dibekali kemampuan bahasa Mandarin selama tiga bulan melalui sinergi antara Universitas Tanjungpura dan Sekolah Tinggi Bahasa Harapan Bersama.
Dari puluhan peserta yang berangkat, 14 di antaranya merupakan putra-putri asli Kabupaten Kayong Utara. Sekembalinya dari Cina nanti, mereka tidak hanya membawa ilmu, tetapi juga kepastian karier untuk langsung mengabdi di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP).
”Ini adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan bahwa teknologi tinggi yang diterapkan di industri hilirisasi aluminium nantinya dioperasikan oleh tangan-tangan terampil anak daerah sendiri,” ujar Rasnius Pasaribu, perwakilan manajemen PT DIB.
Dukungan penuh mengalir dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kayong Utara, A. Azahari, menitipkan pesan agar para peserta tidak hanya membawa pulang ilmu teknis, tetapi juga budaya kerja yang unggul.
Dalam menjalani program ini, peserta diharapkan dapat menyerap disiplin dan etos kerja tinggi khas Tiongkok dengan tetap menjunjung tinggi adab dan sopan santun. Selain itu, menjaga komunikasi dengan keluarga di tanah air sangatlah penting sebagai fondasi kekuatan moral bagi setiap peserta.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI perwakilan Kalbar, Daud Yordan, menyebut program ini sebagai peluang emas di tengah ketatnya persaingan lapangan kerja.
“Ambil ilmunya sebanyak-banyaknya, lalu pulanglah untuk membangun Kalimantan Barat,” tegasnya.
Semangat membara terpancar dari para peserta. Yusril Damara, alumnus Politeknik Negeri Pontianak, menyatakan kesiapannya untuk menjadi agen perubahan bagi tanah kelahirannya. Begitu pula dengan Zainir Oktaviani, sarjana Fisika Murni yang berharap langkah ini menjadi pionir bagi generasi muda lainnya.
”Saya bermimpi melihat Kayong Utara tumbuh pesat dan bertransformasi menjadi kota yang maju,” pungkas Zainir.




Tidak ada Respon