Pemerintah Desa Dukung Penuh Peresmian Praktik Mandiri dr. Novalia Sebagai Solusi Kesehatan Cepat di Blok Pentil

Berry Pratama
A-AA+A++

INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Di bawah langit siang yang teduh di Blok Pentil, Desa Bongas, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, secercah harapan baru bagi pelayanan kesehatan masyarakat resmi hadir. Peresmian Praktik Mandiri dr. Novalia Khoemala Sari menjadi simbol kepedulian dan pengabdian medis 24 jam bagi warga setempat. Senin (25/05/2026).

​Acara berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Hadir dalam peresmian tersebut, Kuwu Desa Sidamulya, Suwarno, beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, warga sekitar, serta perwakilan Pemerintah Desa Bongas. Prosesi diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Waslim (Modin), memohon keberkahan agar tempat praktik ini membawa manfaat luas.

​”Semoga tempat ini menjadi wasilah kebaikan, tempat masyarakat mendapatkan kesembuhan, dan menjadi amal jariyah bagi pendirinya. Sebab, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” tutur Ustadz Waslim dalam tausiyah singkatnya.

Baca Juga :  Infrastruktur Terancam, Truk Overload Angkut 4 Ekskavator Nekat Lintasi Jalan Nasional Ketapang

​Kuwu Desa Sidamulya, Suwarno, menyampaikan apresiasi mendalam atas berdirinya praktik mandiri ini. Ia menjelaskan bahwa sedianya Camat Bongas dijadwalkan hadir, namun terpaksa berhalangan karena agenda kedinasan yang mendesak di Indramayu.

​”Pak Camat sangat mendukung kegiatan ini, namun beliau memohon maaf karena ada agenda di Indramayu yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Suwarno.

Ia juga menambahkan bahwa layanan 24 jam ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses kesehatan yang cepat dan siaga.

​”Alhamdulillah, kami Pemerintah Desa sangat mendukung. Semoga keberadaan Praktik Mandiri dr. Novalia Khoemala Sari memudahkan warga mendapat pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan penuh kepedulian,” dikatakannya.

​Momentum peresmian semakin menyentuh saat dr. Novalia Khoemala Sari bersama Kuwu Suwarno menyerahkan santunan secara langsung kepada empat anak yatim piatu. Isak tangis haru menyelimuti warga yang hadir, salah satunya Castiyem (70).

Baca Juga :  Pengaspalan Di Desa TagangserLaok Tanpa Papan Nama Proyek, Kades: Nanti Kalau Sudah Hampir Selesai 

​Warga lansia tersebut merupakan nenek dari salah satu penerima santunan. Dengan suara lirih, ia mengungkapkan rasa syukurnya.

“Cucu saya sudah tidak punya orang tua, bantuan ini sangat berarti. Semoga Ibu Dokter diberikan kesehatan dan rezeki yang berkah,” ucapnya menyeka air mata.

​Dukungan serupa mengalir dari perangkat desa lainnya. Didik, selaku Satgas sekaligus Pamong Desa Sidamulya, menilai kehadiran layanan medis 24 jam sangat krusial untuk kondisi darurat. Senada dengan itu, Kadir selaku Kepala Dusun (Kasun) Desa Bongas berharap praktik ini mampu menjadi mitra kesehatan yang aman dan nyaman bagi warga.

​Di balik kesederhanaan seremoni tersebut, tersimpan harapan besar bahwa pelayanan kesehatan ini tidak hanya mengobati fisik, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan rasa kemanusiaan bagi masyarakat kecil di wilayah Bongas dan sekitarnya.