Pangkas Jarak, Polsubsektor Jelimpo Masifkan Edukasi SKCK Online dan Call Center 110 hingga Pelosok

Berry Pratama
A-AA+A++

LANDAK, LENSACYBER.COM – Komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan prima yang inklusif kembali dibuktikan oleh jajaran Polsubsektor Jelimpo, Polsek Ngabang, Polres Landak. Guna memotong birokrasi dan mendekatkan pelayanan, petugas turun langsung menyambangi warga di wilayah pelosok pada Senin (15/6/2026).

​Bukan sekadar sambang biasa, aksi nyata ini membawa misi transformasi digital: memastikan seluruh lapisan masyarakat melek teknologi dalam mengakses layanan kepolisian. Dalam sosialisasi tatap muka ini, petugas mengedukasi warga secara praktis mengenai tata cara pengurusan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) secara online, sekaligus mengenalkan Call Center 110 sebagai saluran cepat pelaporan gangguan kamtibmas.

​Respons masyarakat sangat positif. Menggunakan ponsel milik warga, para personel mendampingi proses pendaftaran SKCK online langkah demi langkah. Edukasi ini memangkas waktu dan biaya, karena warga kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor polisi hanya untuk urusan administrasi.

​Selain literasi digital, personel Polsubsektor Jelimpo juga mempertebal pesan kamtibmas. Warga diajak untuk memperkuat sistem keamanan lingkungan (siskamling) dan tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan di sekitar mereka.

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Liang, Kapolres Bangkep Tekankan Inovasi dan Pelayanan Maksimal kepada Masyarakat

​Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ngabang Kompol Zuanda, S.H., C.I.M., menegaskan bahwa jemput bola ini merupakan strategi mutlak untuk meningkatkan mutu pelayanan publik sekaligus merawat kedekatan dengan masyarakat.

​”Ini adalah wujud nyata Polri hadir. Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya merasa aman secara fisik, tetapi juga memiliki akses yang mudah, cepat, dan transparan terhadap layanan kepolisian melalui pemanfaatan teknologi,” tegas Kompol Zuanda.

​Ia menambahkan, penetrasi informasi mengenai SKCK online dan Call Center 110 sangat krusial, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang minim akses informasi.

​”Banyak warga yang belum mengetahui bahwa pengurusan SKCK kini bisa diselesaikan dari rumah. Begitu pula dengan Call Center 110—layanan darurat ini aktif 24 jam dan bebas pulsa. Lewat sosialisasi masif ini, kami ingin meruntuhkan sekat jarak antara Polri dan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pembangunan Melambat, Masyarakat Dorong Pemkab PPU Cari Solusi

Lebih lanjut, Kapolsek menyebut momentum ini juga dimanfaatkan sebagai wadah menyerap aspirasi dan mengevaluasi situasi rill kamtibmas di lapangan.

​Apresiasi tinggi datang dari warga yang disambangi. Mereka mengaku mendapat pencerahan baru atas inovasi digital yang diusung Korps Bhayangkara.

​”Kami sangat terbantu. Ternyata bikin SKCK sekarang bisa lewat HP, tidak perlu repot antre lagi. Kami juga baru tahu ada nomor darurat 110 yang gratis. Edukasi langsung seperti ini yang kami butuhkan,” ujar salah seorang warga.

​Sentimen positif lain juga diutarakan warga, yang menilai pendekatan humanis ini berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap institusi kepolisian.

​”Dulu ada kesan polisi itu kaku dan menakutkan. Tapi hari ini berbeda; mereka datang dengan ramah, mendengarkan keluh kesah kami dengan sabar, dan memberikan solusi. Kami merasa benar-benar diayomi,” pungkasnya.