Petani Desak Pemerintah Segera Tangani Krisis Air, Khawatir Gagal Panen

Lensacyber
A-AA+A++

INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Kekhawatiran mulai dirasakan para petani di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu akibat minimnya pasokan air untuk lahan pertanian. Kondisi tersebut dipicu oleh saluran irigasi yang mengalami pendangkalan sehingga distribusi air tidak lagi berjalan optimal.

Pada Sabtu (20/6/2026), para petani mendesak pemerintah daerah beserta dinas terkait agar segera memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Mereka berharap penanganan segera dilakukan sebelum kondisi semakin memburuk dan mengancam hasil panen.

Menurut para petani, keterbatasan pasokan air menjadi ancaman nyata bagi tanaman yang saat ini sedang dibudidayakan. Apabila tidak segera dilakukan normalisasi saluran irigasi dan perbaikan sistem pengairan, mereka khawatir akan terjadi gagal panen yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

Baca Juga :  Maraton Berantas Narkoba, Polres Muara Enim Gulung Empat Pengedar dalam Empat Hari

Salah seorang petani asal Kecamatan Gabuswetan, Rewah, bersama Rawin, petani dari Gabuskulon, berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi saluran irigasi yang mengalami pendangkalan.

“Kami berharap pemerintah secepatnya memberikan perhatian terhadap persoalan air ini. Jangan sampai masalah yang terus dibiarkan berlarut-larut berujung pada gagal panen dan merugikan petani,” ujar Rewah, Sabtu (20/6/2026).

 

Para petani juga meminta adanya program pengerukan saluran irigasi serta perbaikan jaringan pengairan agar aliran air ke lahan pertanian kembali normal. Mereka menilai langkah tersebut sangat penting demi menjaga produktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Baca Juga :  Sarat Syukur dan Tradisi, Pesta Laut Desa Ketapang Berlangsung Meriah Dipadati Warga

Masyarakat berharap penanganan persoalan irigasi menjadi prioritas pemerintah, mengingat sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Tanpa pasokan air yang memadai, hasil pertanian dikhawatirkan akan menurun dan berdampak pada kesejahteraan petani.

 

(Sucipto)