INDRAMAYU, LENSACYBER.COM – Semangat memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus digaungkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Perisai Tahun 2026, seluruh Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dikumpulkan dalam satu forum untuk mengevaluasi capaian, memperkuat strategi, sekaligus mempererat sinergi dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja di Kabupaten Indramayu.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Halaman Sport Center Indramayu, Jalan Olahraga, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, pada Jumat (17/7/2026) itu dihadiri langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu Heni Heryani, para Pembina Perisai Oma Rosma Herdian, Rio Endry Febrian, Sabrina Nissa Pratiwi, serta seluruh Perisai BPJS Ketenagakerjaan Indramayu.
Sejak acara dimulai, suasana tampak penuh keakraban. Namun di balik nuansa santai tersebut, tersimpan satu tujuan besar, yakni memastikan semakin banyak pekerja, khususnya sektor informal, memperoleh perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu, Heni Heryani, menegaskan bahwa keberadaan Perisai bukan sekadar mitra pemasaran, melainkan ujung tombak yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk membangun kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial.
“Perisai adalah garda terdepan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kerja keras dan komitmen rekan-rekan di lapangan, semakin banyak pekerja yang memahami manfaat perlindungan jaminan sosial. Kami berharap semangat ini terus dipertahankan sehingga semakin banyak masyarakat yang terlindungi,” ujar Heni Heryani.
Usai sambutan Kepala Cabang, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Monitoring dan Evaluasi oleh Pembina Perisai, Rio Endry Febrian. Dalam paparannya, Rio mengingatkan bahwa tugas Perisai tidak berhenti pada pencapaian target kepesertaan.
Menurutnya, seorang Perisai memiliki tanggung jawab lebih besar, yakni memberikan edukasi, membangun kepercayaan masyarakat, mendampingi peserta, hingga memastikan kepesertaan tetap aktif agar manfaat program dapat dirasakan ketika risiko kerja maupun risiko kematian terjadi.
“Tugas Perisai bukan hanya mengakuisisi peserta baru. Yang lebih penting adalah melakukan pembinaan, menjaga kepesertaan tetap aktif, serta memberikan pelayanan dan pendampingan kepada peserta. Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang tulus dan konsisten,” terang Rio Endry Febrian.
Jalannya kegiatan dipandu oleh Sabrina Nissa Pratiwi yang bertindak sebagai moderator. Setelah sesi pemaparan selesai, forum berubah menjadi ruang diskusi yang hangat dan terbuka. Satu per satu Perisai menyampaikan pengalaman mereka saat melakukan sosialisasi di lapangan, mulai dari tantangan menghadapi calon peserta hingga berbagai strategi dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memperluas cakupan kepesertaan di Kabupaten Indramayu.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi para mitra di lapangan, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu menutup rangkaian kegiatan dengan pemberian cenderamata kepada tiga Perisai terbaik yang dinilai berhasil mencatatkan pencapaian tertinggi dalam akuisisi peserta serta menunjukkan komitmen dalam melakukan pembinaan kepesertaan.
Salah satu penerima apresiasi tersebut adalah Dauri Duryanto, Perisai BPJS Ketenagakerjaan Indramayu, yang berhasil meraih pencapaian akuisisi peserta terbanyak. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Indramayu, Heni Heryani, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Indramayu.
Penghargaan tersebut menjadi simbol bahwa kerja keras para Perisai tidak hanya diukur dari angka, tetapi juga dari komitmen dalam menghadirkan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya. Sebab di balik setiap peserta yang berhasil terlindungi, tersimpan harapan agar setiap pekerja dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang, mengetahui bahwa negara hadir melalui BPJS Ketenagakerjaan ketika risiko datang tanpa diduga.
“Perlindungan bagi pekerja bukan sekadar program, melainkan ikhtiar bersama untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarga Indonesia. Dan di garis terdepan perjuangan itu, Perisai hadir sebagai jembatan antara negara dan masyarakat.










Tidak ada Respon