Kemendikdasmen Optimalkan Program PKW untuk Ciptakan Wirausaha Muda yang Mandiri

Lensacyber
A-AA+A++

MAKASSAR, LENSACYBER.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat upaya peningkatan kompetensi dan kemandirian ekonomi bagi anak tidak sekolah (ATS) melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW). Salah satu langkah tersebut diwujudkan dengan menggelar Koordinasi Penyelenggaraan Program PKW Tahun 2026 di Hotel Novotel Shayla, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) Kemendikdasmen ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), sekaligus menjadi wadah pembekalan keterampilan bagi generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan formal agar mampu membangun usaha secara mandiri.

Sebanyak 20 peserta Program PKW bidang keterampilan tata rias dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Eden mengikuti demonstrasi dan workshop tata rias wajah (makeup) wisuda. Meski baru menjalani tiga hari pembelajaran teori dan praktik menyasak rambut, para peserta langsung ditantang mempraktikkan teknik self makeup sebagai bagian dari evaluasi kemampuan.

Pelatihan dipandu oleh Ketua Perwakilan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Tata Rias Pengantin, R.A. Kanas Kosasih Koesoemadinata atau yang akrab disapa Mas Kannu, dengan dukungan peralatan kosmetik dari PT Vitapharm melalui Viva Cosmetics. Kegiatan tersebut turut dihadiri tim Direktorat Kursus dan Pelatihan, 15 pimpinan LKP di Makassar, serta anggota dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen Makassar.

Baca Juga :  Gelorakan Semangat Vokasi, SMK Negeri 1 Ketapang Unjuk Gigi di Job Fair Citimall 2026

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menjelaskan bahwa Program PKW dirancang khusus untuk memberikan keterampilan kepada anak tidak sekolah berusia 17 hingga 25 tahun agar memiliki bekal berwirausaha.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka peluang bagi peserta untuk membangun usaha secara mandiri melalui peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

“Manfaatkan fasilitas dan ilmu yang diberikan oleh negara melalui Program PKW ini dengan sebaik-baiknya. Jangan cepat berpuas diri, tetapi teruslah mengembangkan kapasitas diri setelah pelatihan dan mulailah merintis usaha secara konsisten,” ujar Yaya.

Ia menambahkan, model pelatihan berbasis kompetensi yang diterapkan dalam Program PKW telah terbukti melahirkan lulusan kursus nonformal yang mampu bersaing, bahkan hingga tingkat internasional.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas sekaligus Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, pendidikan nonformal melalui PKW menjadi solusi nyata dalam menciptakan wirausaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melatih anak-anak usia produktif yang tidak sekolah agar memiliki keterampilan sesuai minatnya dan mampu mandiri secara ekonomi merupakan langkah nyata yang berdampak. Program PKW sejalan dengan tujuan Dekranas dalam menumbuhkan wirausaha baru,” katanya.

Sebagai Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah juga menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya.

Baca Juga :  Pelaksanaan MATAMUDA 2026, Kepala MTsN 1 Banggai Beri Bonus kepada Siswa Berprestasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah

Ia menyebutkan, kolaborasi antara DWP Kemendikdasmen dan Direktorat Kursus dan Pelatihan sebelumnya juga telah diwujudkan melalui pelatihan peningkatan kapasitas anggota di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata.

“Perempuan harus mengambil peran aktif dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Karena itu, teruslah belajar dan meningkatkan kompetensi agar menjadi perempuan yang mandiri dan berdaya,” pesannya.

Sebagai bentuk nyata hasil pelaksanaan Program PKW, Kemendikdasmen bersama Dekranas turut menampilkan berbagai produk karya peserta dalam Pameran HUT ke-46 Dekranas yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar pada 9–12 Juli 2026.

Melalui anjungan Kemendikdasmen, masyarakat dapat melihat produk kain hasil karya peserta Program PKW Tekun Tenun, yang menjadi bukti bahwa pelatihan yang tepat mampu mengubah potensi anak tidak sekolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus melahirkan wirausaha baru di berbagai daerah di Indonesia

 

Pewarta : Jo. Lintang

Source    : Mahmud Marhaba