Daerah1005

Ritual Tradisional Nubak Adat di Sungai Laur Satukan Ribuan Warga dan Lestarikan Warisan Leluhur

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Ketapang – Ribuan warga dari berbagai suku di Kecamatan Sungai Laur hingga kecamatan tetangga memadati kawasan Teluk Mune, aliran Sungai Laur, Desa Teluk Mutiara kecamatan sungai laur kabupaten Ketapang,Minggu (16/8/2026).

Kehadiran massa ini bertujuan untuk mengikuti dan menyaksikan langsung tradisi tahunan “Nubak Adat”, sebuah ritual budaya turun-temurun yang digelar di tengah musim kemarau panjang.terang matyasin warga semapau kuala

Tradisi Nubak Adat bukan sekadar ajang menangkap ikan massal, melainkan simbol kebersamaan dan perajut silaturahmi antarwarga.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, pelaksanaan ritual adat ini juga sering menjadi penanda akan datangnya musim hujan setelah kemarau melanda.

Baca Juga :  MTQ XXXIV Kalbar Resmi Dibuka Polres Kayong Utara Siagakan Pengamanan Ketat, Ribuan Warga Padati Pantai Pulau Datok

Rangkaian acara dimulai sejak Sabtu malam. Warga berkumpul dan menginap di tepian pantai pasir sungai sembari bercengkrama. Pada saat yang sama, panitia mengumpulkan akar kayu khusus yang dinamakan tuba.

Prosesi inti dimulai pada pagi hari,
dilaksanakan penumbukan akar Tuba dilakukan oleh ribuan peserta secara gotong royong menumbuk (titik) akar tuba hingga hancur.

Kemudian dilakukan pemerasan dan pelarutan, Ekstrak akar tuba diperas menggunakan air, ditampung di perahu-perahu peserta, lalu dicurahkan secara serentak ke aliran sungai.

Barulah setelah semua air perasan akar tuba larut ke sungai beberapa menit proses pemanenan Ikan pun di laksanakan,reaksi alami air tuba membuat ikan-ikan di sungai pingsan dan mengapung.Pada momen inilah seluruh peserta diperbolehkan turun ke sungai untuk memanen ikan.

Baca Juga :  Tradisi Petik laut tahunan Pasuruan berlangsung pada 27–28 Juni 2026

Air tuba tak semaunya di biarkan mengalir,ada waktu ritual peneutralan (Petafaran), Mengingat daya jangkau air tuba dapat mengalir hingga ke beberapa desa di hilir, Tekong (kepala adat/pimpinan tubak) memimpin prosesi penawaran atau peneutralan air sungai agar kondisi ekosistem kembali pulih seperti sediakala.

Melalui kemeriahan ini, masyarakat Kecamatan Sungai Laur membuktikan bahwa nilai gotong royong dan penghormatan terhadap warisan leluhur tetap lestari melintasi zaman.

Yani