PURWOREJO, LensaCyber.com — Kedungpucang Cup 2026 berakhir meriah. Sebanyak 48 tim dari Purworejo, Magelang, Kebumen hingga Yogyakarta ambil bagian dalam turnamen bola voli yang berlangsung selama hampir tiga pekan, 22 Agustus hingga 12 September 2026.
Antusiasme warga bahkan memuncak pada pertandingan final. Sekitar 1.500 tiket VIP dan reguler disebut terjual, membuat area sekitar lapangan baru Kedungpucang dipadati penonton hingga pertandingan berakhir.
Ketua Panitia Kedungpucang Cup 2026, Hermawan, mengatakan turnamen tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kompetisi bola voli setelah sempat terhenti.
“Dengan tempat dan lapangan yang baru, muncul semangat baru untuk mengadakan Kedungpucang Cup 2026,” ujarnya.
Turnamen diikuti 32 tim putra dan 16 tim putri. Dukungan Imam Teguh Purnomo bersama sejumlah donatur turut menopang penyelenggaraan hingga seluruh pertandingan berjalan sesuai jadwal.
Di partai final, Genetis Kalinegoro, Kabupaten Magelang, keluar sebagai juara kategori putra. Tim lokal Sidomukti Bener, Purworejo, menempati posisi runner-up.
Sementara kategori putri dimenangi Piiva Muntilan, Kabupaten Magelang, sedangkan Patriot Purworejo menjadi juara kedua.
Panitia menyediakan total hadiah Rp20 juta untuk kategori putra dan putri.
Hermawan menyebut tingginya animo masyarakat membuka peluang Kedungpucang Cup kembali digelar tahun depan.
“Kalau tidak ada halangan dan kami masih solid, insyaallah Kedungpucang Cup kedua akan kami adakan,” katanya.
KONI Soroti Potensi Atlet Muda
Ketua KONI Kabupaten Purworejo, Muhammad Abdullah, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen sekaligus menilai membludaknya penonton menjadi bukti kuat bahwa bola voli masih memiliki basis massa yang besar di masyarakat.
“Area sekitar lapangan penuh sesak. Ini membuktikan kecintaan masyarakat terhadap olahraga bola voli,” ujarnya.
Menurut Abdullah, kompetisi tingkat lokal tidak semestinya berhenti sebagai hiburan. Turnamen semacam ini harus menjadi ruang untuk menemukan pemain potensial yang kemudian mendapat pembinaan secara berkelanjutan.
“Harapannya para pemain kita kalau muncul bisa cepat terlihat, sehingga pembinaan olahraga di kabupaten semakin maju, berkembang, dan progresif,” katanya.
Ia juga mendorong generasi muda menjadikan olahraga sebagai jalur prestasi, bukan sekadar aktivitas rekreasi.
Imam Teguh: Kompetisi Harus Diperbanyak
Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah, Imam Teguh Purnomo, menilai tingginya jumlah penonton Kedungpucang Cup menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap bola voli.
“Ini bukti bahwa olahraga voli sangat diminati dan disukai masyarakat, setelah sepak bola,” katanya.
Imam mendorong pemerintah memperbanyak event olahraga sekaligus memperkuat dukungan anggaran kepada KONI. Menurutnya, kompetisi yang rutin akan memperbesar peluang munculnya atlet muda potensial dari daerah.
“Pemerintah harus banyak memberikan event, terutama dana kepada KONI. Kalau tidak ada dukungan dana, kasihan KONI untuk mengadakan event-event seperti ini,” tegasnya.
Targetnya bukan sekadar melahirkan juara tingkat lokal, tetapi membuka jalan bagi pemain Purworejo menembus kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapan ke depan bisa muncul bibit-bibit muda yang luar biasa, supaya nanti bisa mengisi kancah paling tidak Proliga,” ujarnya.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut menyaksikan laga final, di antaranya Camat setempat, jajaran TNI-Polri, Ketua KONI Kabupaten Purworejo Muhammad Abdullah, Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah Imam Teguh Purnomo, serta Ketua Polosoro Kabupaten Purworejo Andhi Prasetyawan.
Kedungpucang Cup 2026 akhirnya meninggalkan dua catatan penting: kompetisi lokal mampu menggerakkan massa dan minat olahraga, tetapi tantangan berikutnya adalah mengubah antusiasme tersebut menjadi pembinaan atlet yang terarah.
Jika kompetisi dapat digelar rutin dan mendapat dukungan anggaran berkelanjutan, Kedungpucang Cup berpotensi menjadi salah satu ruang penting untuk menemukan dan mengembangkan talenta voli Purworejo.
writer :CHY







