1.190 Siswa Bakal Serbu Purworejo, MAPSI Jateng 2026 Jadi Ujian Tuan Rumah Sekaligus Target Juara Umum

Lensacyber
A-AA+A++

PURWOREJO, LensaCyber.com – Kabupaten Purworejo bersiap menyambut sekitar 1.190 siswa SD dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam ajang MAPSI SD XXVII tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang akan berlangsung pada 13–15 November 2026.

Bukan sekadar menjadi lokasi perlombaan, Purworejo kini menghadapi dua tantangan sekaligus: memastikan penyelenggaraan berjalan sukses sebagai tuan rumah dan mendorong kontingen sendiri merebut gelar juara umum.

MAPSI atau Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami tersebut mempertandingkan 13 cabang lomba, dengan masing-masing kontingen kabupaten/kota mengirim sekitar 34 peserta. Ribuan peserta dan pendamping itu akan tersebar di sejumlah lokasi perlombaan sekaligus fasilitas pemondokan yang telah disiapkan di wilayah Purworejo.

Empat lokasi utama yang direncanakan sebagai venue perlombaan yakni Pendopo Kabupaten Purworejo, Universitas Muhammadiyah Purworejo (Sucen), SMAN 7 Purworejo, dan SMPN 1 Purworejo.

Sementara untuk akomodasi, peserta dan pendamping akan mendapatkan pemondokan secara gratis yang tersebar di sekitar 28 titik sekolah SD dan SMP di wilayah Purworejo.

Skema tersebut disiapkan untuk memastikan ribuan peserta dan pendamping dapat tertampung selama tiga hari penyelenggaraan sekaligus membuat pergerakan kontingen tetap terkendali di berbagai titik kegiatan.

13 Cabang Jadi Arena Adu Prestasi

Kompetisi MAPSI SD tingkat Jawa Tengah 2026 akan mempertemukan siswa-siswa terbaik dari seluruh kabupaten/kota dalam 13 cabang, mulai dari kemampuan akademik keagamaan hingga seni Islami.

Cabang yang diperlombakan meliputi Pengetahuan PAI dan BTQ, Praktik Wudu dan Salat, Azan dan Iqamah, Tilawatil Qur’an, Hifzil Qur’an, Khat Al-Qur’an, Kaligrafi, Khitobah, Macapat Islami, Teknologi Informatika Islami (TIKI), Cerita Islami, Menyanyi Duet Lagu Religi, serta Musik Rebana.

Baca Juga :  Peduli Kesehatan Warga Binaan, Rutan Sampang Gelar Deteksi Dini TBC Lewat Rontgen Dada

Artinya, MAPSI tidak hanya menguji kemampuan pengetahuan agama, tetapi juga kemampuan praktik, hafalan, kreativitas, komunikasi, seni dan keterampilan peserta didik.

Konsolidasi Lintas OPD Terus Dikebut

Kabupaten Purworejo sendiri sebelumnya telah menggelar MAPSI tingkat kabupaten pada 26 September 2026. Ajang tersebut menjadi tahapan untuk menjaring peserta terbaik yang akan membawa nama Purworejo di tingkat provinsi.

Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum Bahasa dan Sastra (PKBS), Dwiyono, saat ditemui LensaCyber (5/10/2026) mengatakan persiapan menuju pelaksanaan tingkat provinsi masih terus dimatangkan.

Menurutnya, koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu kunci agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipenuhi secara maksimal.

“Konsolidasi lintas OPD masih terus dilakukan untuk suksesi acara tersebut,” ujar Dwiyono.

 

Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari venue, akomodasi peserta dan pendamping, hingga dukungan berbagai unsur terkait selama kegiatan berlangsung.

UMKM Lokal Ikut Disiapkan

Besarnya jumlah peserta dan pendamping yang datang ke Purworejo juga menjadi peluang tersendiri bagi sektor ekonomi masyarakat.

Panitia akan melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran ribuan orang selama tiga hari diharapkan tidak hanya berdampak terhadap penyelenggaraan MAPSI, tetapi juga memberikan ruang bagi produk lokal Purworejo untuk dikenal lebih luas.

Baca Juga :  Semarak Penutupan HUT RI ke-81, Desa Seboro Krejengan Tuai Apresiasi di Bawah Kepemimpinan Kades Musta'in

Pelibatan UMKM sekaligus diharapkan membuat gelaran MAPSI lebih semarak dan memberikan efek ekonomi langsung bagi masyarakat.

Dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.190 siswa, ditambah pendamping, panitia dan unsur pendukung lainnya, perputaran aktivitas masyarakat selama kegiatan diperkirakan akan meningkat di sejumlah titik yang menjadi pusat kegiatan.

Tuan Rumah Tak Ingin Hanya Sukses Penyelenggaraan

Bagi Purworejo, menjadi tuan rumah bukan satu-satunya target.

Kontingen Purworejo juga dituntut mampu memberikan prestasi terbaik di tengah persaingan dengan 34 kabupaten/kota lainnya.

Dwiyono berharap status sebagai tuan rumah dapat menjadi motivasi tambahan bagi para peserta asal Purworejo.

“Harapan sebagai tuan rumah, peserta dari Kabupaten Purworejo mampu maksimal atau menjadi juara umum,” tegasnya.

 

Target tersebut sekaligus menjadi tantangan. Sebab, keberhasilan Purworejo pada MAPSI 2026 nantinya tidak hanya diukur dari kemampuan mengelola ribuan peserta dan berbagai lokasi kegiatan, tetapi juga dari prestasi yang mampu ditorehkan siswa-siswa terbaiknya.

Dengan 35 kabupaten/kota, sekitar 1.190 peserta, 13 cabang lomba, empat lokasi utama perlombaan, serta 28 titik pemondokan, MAPSI SD XXVII tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 dipastikan menjadi salah satu agenda besar pendidikan keagamaan di Purworejo tahun ini.

Kini, persiapan terus dikebut. Purworejo dituntut membuktikan dua hal sekaligus: sukses sebagai tuan rumah dan mampu berdiri di posisi teratas sebagai juara umum.

CHY