Dinporapar Purworejo Petakan Potensi Ekonomi Kreatif, Daya Saing Produk Lokal Jadi Sorotan

Lensacyber
A-AA+A++

PURWOREJO | LensaCyber.com — Penguatan ekonomi kreatif daerah tidak cukup berhenti pada sosialisasi. Pemetaan potensi, peningkatan nilai tambah produk, dan strategi membangun daya saing menjadi bagian penting agar pelaku usaha lokal mampu berkembang dan menangkap peluang pasar. Hal inilah yang menjadi fokus kegiatan Sosialisasi dan Pemetaan Potensi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Daerah Kabupaten Purworejo yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purworejo selama dua hari, Rabu–Kamis, 21–22 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua kelompok atau batch, dengan peserta berbeda pada setiap hari. Batch pertama berlangsung Rabu (21/10/2026), sedangkan batch kedua digelar Kamis (22/10/2026). Meski pembagian peserta dilakukan dalam dua kelompok, materi dan rangkaian kegiatan yang diberikan tetap sama.

Agenda ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengembangan ekonomi kreatif, memperkuat daya saing produk lokal, serta menggali potensi dan peluang pengembangan usaha di Kabupaten Purworejo.

Baca Juga :  Pemkab Lampung Timur Kenang Sejarah dan Perkuat Persatuan Bangsa

Kegiatan dibuka oleh Neira Anjar Pujisusilo, S.Kom., M.Eng. Selanjutnya, peserta menerima materi dari tiga narasumber yang mengulas branding daerah dan ekonomi kreatif, peningkatan nilai tambah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta arah kebijakan dan penguatan ekonomi kreatif daerah.

Ketiga materi tersebut diberikan dengan substansi yang sama kepada peserta Batch 1 maupun Batch 2. Keseragaman materi ini menjadi bagian dari upaya menyampaikan pemahaman dan perspektif pengembangan ekonomi kreatif secara merata kepada kelompok peserta yang berbeda.

Namun, tantangan pengembangan ekonomi kreatif tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Potensi usaha yang telah teridentifikasi perlu ditindaklanjuti melalui strategi pengembangan yang terarah, penguatan identitas produk, peningkatan kualitas, serta kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam konteks tersebut, pemetaan potensi menjadi tahapan penting untuk mengenali kondisi pelaku usaha, peluang yang tersedia, serta kebutuhan pengembangan yang masih harus dipenuhi. Hasilnya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi langkah penguatan ekonomi kreatif di Kabupaten Purworejo.

Baca Juga :  The Best Point and Shoot Camera Phones for your Next Vacation

Rangkaian kegiatan juga mencakup pembahasan melalui focus group discussion (FGD). Forum ini menjadi bagian dari proses menggali pandangan dan potensi peserta terkait pengembangan ekonomi kreatif daerah.

Ujian sesungguhnya terletak pada tindak lanjut. Sosialisasi dan pemetaan akan memiliki arti lebih besar apabila hasilnya dapat diterjemahkan menjadi program pembinaan, penguatan kapasitas, serta langkah konkret untuk mendorong produk lokal agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

Dengan demikian, kegiatan yang diselenggarakan Dinporapar Purworejo pada 21–22 Oktober 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda penyampaian materi, tetapi juga menjadi pijakan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif daerah yang lebih terarah, adaptif, dan berkelanjutan.

[ CHY ]