Damai dan Sejuk di Desa Randau: Ormas Bala Pangayo dan Keluarga Boksen Sinaga Gelar Ritual Adat Tolak Bala  

Lensacyber
A-AA+A++

Desa Randau – Lensacyber.com –  Suasana penuh kebersamaan dan kedamaian tampak menyelimuti Desa Randau. Ormas Bala Pangayo (BP) bersama keluarga Boksen Sinaga menggelar prosesi ritual adat Tolak Bala di lahan kebun sawit mandiri di desa randau kecamatan Sandai kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada Senin (26/10/2026).

Ritual sakral ini menjadi simbol resmi berakhirnya segala bentuk pertikaian dan gesekan yang sempat terjadi di antara kedua belah pihak beberapa pekan lalu.

Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Ormas Bala Pangayo beserta jajaran pengurus dan anggota, Ketua DPC Ormas Mangkok Merah, perwakilan Pemerintah Desa Randau, Ketua Adat Desa Randau, serta pemilik lahan kebun sawit beserta para kolega.

Ketua Umum Ormas BP, Joni, menegaskan bahwa pelaksanaan ritual adat tersebut bertujuan untuk merajut kembali tali perdamaian serta meredakan ketegangan yang sempat terjadi di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Personel Polsek Mempawah Hulu Ajak Pelajar Cegah Penyalahgunaan Narkoba dan Pergaulan Bebas,Di SMKS Gloria Tikalong

“Ritual adat ini merupakan bentuk mendamaikan gesekan kedua belah pihak, sekaligus menolak bala serta meminta ketentraman hati dan pikiran diri kita masing-masing dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, kehidupan yang beradat, dan kehidupan yang bermartabat,” ujar Joni.

Prosesi ritual adat Dayak tolak bala dipimpin oleh Frotasius David. Dalam doanya, ia memohon kepada Sang Pencipta agar senantiasa “melimpahkan riski serta memberikan perlindungan, menjauhkan mara bahaya dan bencana dari pemilik kebun beserta para kolega, serta memberikan hasil kebun yang baik dan penuh keberkahan.

Senada dengan hal tersebut, Boksen Sinaga selaku pemilik lahan dan kebun sawit menyambut baik atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi permasalahan yang dapat menimbulkan keresahan bagi dirinya, para kolega, maupun para karyawan yang bekerja di lapangan.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Praktik Bundling BBM, Pengurus SPBU 6478816 Syaratkan Beli Dexlite untuk Dapatkan Solar Subsidi

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan menyaksikan prosesi adat tolak bala ini. Semoga dengan berakhirnya ritual adat ini, semua pihak dapat terus mendukung dan menjaga kebersamaan dalam menciptakan iklim yang aman, nyaman, dan kondusif di Desa Randau tercinta ini,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya ritual adat tolak bala ini, diharapkan hubungan kekeluargaan dan kerukunan antarwarga di Desa Randau semakin erat, serta tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan damai ke depannya.

Roesliyani