Kades Penjawaan Ultimatum Penambang Emas Ilegal: Berhenti Atau Saya Ngamuk

Berry Pratama
A-AA+A++

KETAPANG, LENSACYBER.COM – Aktivitas tambang emas ilegal menggunakan ponton jek di Desa Penjawaan, Kecamatan Sandai, kian meresahkan. Meski telah diperingatkan, para penambang terpantau masih nekat beroperasi di sepanjang Sungai Pawan hingga hari ini, Kamis (7/5/2026).

​Gerah dengan pembangkangan tersebut, Kepala Desa Penjawaan, Suhannadi (Mahjamu), mengeluarkan peringatan keras. Ia menegaskan tidak akan menoleransi lagi aktivitas perusakan lingkungan di wilayahnya.

​”Saya sudah berikan peringatan langsung, saya suruh mereka berhenti. Kalau masih membandel, saya tidak segan untuk turun dan mengamuk di lokasi,” tegas Suhannadi saat dikonfirmasi via pesan singkat.

​Seorang tokoh masyarakat Sandai yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan bahwa para penambang seolah merasa kebal hukum. Bunyi bising mesin sedot yang meraung dari pagi hingga sore hari kini menjadi “makanan” sehari-hari warga.

Baca Juga :  Tujuh Bulan Tanpa Perkembangan, Kasus Oplosan Minyak Kita Tuai Polemik

“Kebisingan mesin ponton jek yang menderu kini menembus ketenangan pemukiman warga di sepanjang tepian Sungai Pawan”, ujarnya.

Di sisi lain, krisis air bersih kian mencekik karena limbah sedotan mengubah sungai menjadi keruh pekat, yang secara otomatis melumpuhkan distribusi air PDAM. Kondisi ini pun memicu kekhawatiran mendalam atas ancaman kesehatan, menyusul dugaan penggunaan zat kimia berbahaya seperti merkuri yang perlahan merusak ekosistem sungai.

​Ketidaktegasan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menertibkan tambang ilegal ini memicu mosi tidak percaya dari warga.

Baca Juga :  Dr Herman Hofi Munawar S.H M.H Mengapresiasi Langkah Cepat Polres Ketapang Tangani Kasus Dugaan Korupsi Kades Riam Bunut

​”Jika pihak berwenang tidak mampu menghentikan mereka secara total, jangan salahkan jika masyarakat yang terdampak sendiri yang akan turun tangan mendatangi lokasi tambang,” ujar tokoh masyarakat tersebut.

​Menanggapi laporan bahwa mesin-mesin masih menderu pada pagi tadi, Kades Penjawaan kembali menegaskan bahwa perintah penghentian sudah bersifat final. Ia menjamin bahwa per hari esok, tidak boleh ada lagi aktivitas ilegal di wilayah tersebut.

​”Tadi pagi sudah saya sampaikan lagi agar kerja dihentikan. Saya pastikan besok pagi semua aktivitas penambangan emas ilegal di sini harus bersih,” pungkasnya.