Polda Sumsel Kerahkan Tim DVI dan Teknologi TAA, Identifikasi 16 Korban Bus ALS Dilakukan Secara Saintifik

Berry Pratama
A-AA+A++

PALEMBANG, LENSACYBER.COM — Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmen penuh dalam penanganan tragedi kecelakaan Bus ALS dan mobil tangki di Jalinsum Muratara melalui pendekatan Scientific Crime Investigation. Fokus utama saat ini adalah identifikasi akurat 16 jenazah yang diterima RS Bhayangkara Palembang serta investigasi digital untuk mengungkap penyebab pasti insiden maut tersebut.

​Mengingat kondisi jenazah yang mengalami luka bakar berat, Tim DVI Polri menerapkan metode identifikasi primer yang sangat ketat melalui pemeriksaan data DNA, struktur gigi, dan sidik jari guna menghindari kesalahan identitas.

Sampel DNA telah dikirim ke Laboratorium Pusdokkes Polri di Jakarta melalui jalur protokol khusus untuk memastikan hasil yang cepat dan valid. Saat ini, dari total 16 jenazah, 11 di antaranya telah memiliki data pembanding, sementara 5 lainnya masih menunggu kehadiran pihak keluarga.

Baca Juga :  Sinergi Budaya dan Kemandirian, Persit Sriwijaya Siap Gebrak Pameran Nasional Ke-2

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel kini mengintegrasikan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) guna melengkapi keterangan para saksi. Melalui teknologi ini, polisi melakukan rekonstruksi digital tiga dimensi untuk memetakan detik-detik benturan, mengestimasi kecepatan kendaraan, serta menganalisis pola tabrakan secara akurat.

Pemetaan area kejadian dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada detail teknis yang terlewatkan. Selain itu, penyidik tengah mendalami temuan tabung gas dan sepeda motor di dalam bus yang diduga menjadi pemicu besarnya kobaran api saat insiden terjadi.

Baca Juga :  Juara Asia, Jakarta Bhayangkara Presisi Cetak Sejarah di AVC Mens Club 2026 di Bumi Khatulistiwa

​Polda Sumsel memastikan tiga korban luka berat asal Jawa Tengah mendapatkan perawatan medis paling komprehensif. Rencana evakuasi ke Palembang tengah dipersiapkan agar para korban mendapatkan penanganan spesialis bedah dan luka bakar yang lebih intensif.

“Kami bekerja secara profesional, transparan, dan berbasis ilmiah. Tidak ada ruang untuk spekulasi, setiap langkah investigasi didasarkan pada data teknis guna memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.” Ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel menginstruksikan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera mendatangi Posko DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang atau menghubungi nomor hotline 0821-7803-8910 dengan membawa data antemortem.