Sambil Ngopi Malam, Ormas Sungai Laur Desak Pertamina Salurkan BBM dan Usut Tuntas Mafia SPBU

Berry Pratama
A-AA+A++

KETAPANG, LENSACYBER.COM – Demi menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) bersama Polsek setempat menggelar diskusi santai bertajuk “Having Coffee at Night”. Agenda ini berlangsung hangat di Warung Kopi Wiwin, Pasar Laur, pada jumat (5/6/2026).

​Acara ngopi malam ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Orang Melayu (POM) Kecamatan Sungai Laur. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Ormas Bala Pangayo, perwakilan paguyuban Tionghoa, tokoh masyarakat, serta Kapolsek Sungai Laur beserta jajarannya.

​Dalam obrolan santai tersebut, Ketua POM Sungai Laur, Hendra Wahyudi, mengangkat isu krusial yang tengah menjadi buah bibir masyarakat, yakni kelangkaan dan lonjakan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite di 19 desa se-Kecamatan Sungai Laur.

​”Berdasarkan laporan dari anggota ormas dan warga setempat, harga eceran Pertalite saat ini sudah sangat meroket, bahkan ada yang menembus Rp17.000 hingga Rp20.000 per liter,” ungkap Hendra.

​Melihat kondisi masyarakat yang kian terjepit akibat sulitnya mendapatkan BBM dengan harga standar pemerintah, koalisi ormas di Sungai Laur sepakat untuk bergerak bersama masyarakat menggelar aksi damai dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  PAPEDA Desak Kejari Sampang Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi SMKN 1 Sampang

​Aksi damai tersebut rencananya akan dipusatkan di depan SPBU 64.788.16 yang saat ini sedang disegel oleh Pertamina. Target utamanya adalah mendesak pihak Pertamina untuk segera mencari solusi jangka pendek demi menyambung urat nadi perekonomian warga.

​”Kami meminta Pertamina membuka akses dan mengatasi kelangkaan ini, misalnya dengan skema penjualan darurat atau sejenisnya, demi memenuhi kebutuhan masyarakat di 19 desa,” dikatakan Hendra.

​Hendra juga meluapkan kekecewaannya terhadap pengelola pom bensin tersebut.

​”Kami sangat kecewa dengan ulah pemilik dan pengurus SPBU 64.788.16. Mereka telah mengkhianati masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat BBM subsidi.” Jelasnya.

​Meski demikian, para tokoh ormas menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh langkah Pertamina dan Polda Kalimantan Barat dalam melakukan pembinaan serta penegakan hukum terhadap mafia BBM.

​”Jika terbukti ada mafia yang bermain, tolong jangan kasih kendor! Lakukan tindakan hukum yang transparan dan tegas. Ini jadi pelajaran agar ke depan, siapapun pengelola SPBU-nya, harus adil dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Sungai Laur,” tegas Hendra.

​Senada dengan POM, Ketua DPC Bala Pangayo Kabupaten Ketapang, Mardius, menyatakan siap mengawal jalannya aksi massa agar tetap kondusif.

Baca Juga :  RSUD Luwuk Gandeng PT Twin Service Indonesia Perkuat Sistem Pengamanan Rumah Sakit, Humanis Dan Profesional Dalam Pelayanan

​”Saya akan instruksikan seluruh anggota dalam satu komando. Fokus kita murni aksi damai untuk menyampaikan aspirasi. Kita ingin Pertamina segera memulihkan pasokan BBM di wilayah terdampak agar harga eceran yang tinggi ini bisa ditekan,” kata Mardius tegas.

​Menanggapi dinamika tersebut, Kapolsek Sungai Laur Polres Ketapang, Iptu Slamet Santoso, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan selalu mendukung aspirasi yang bertujuan demi kebaikan masyarakat luas.

​”Polri hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan. Selama tujuannya adalah kebaikan dan kemaslahatan bersama, Polsek Sungai Laur pasti akan mendukung,” tutur Iptu Slamet.

​Namun, ia juga menitipkan pesan penting agar semua pihak tetap menjaga kondusivitas wilayah Sungai Laur agar tetap aman dan nyaman.

​”Menyampaikan pendapat di muka umum itu dijamin oleh UU Nomor 9 Tahun 1998. Namun, wajib dilakukan secara bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, menjaga moralitas dan ketertiban umum, serta wajib mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” pungkas Kapolsek.