PEMALANG, LENSACYBER.COM – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 menjadi refleksi kelam bagi masyarakat pesisir utara Kabupaten Pemalang-Jawa Tengah, Pada Sabtu (6/6/2026) sore, banjir luapan air laut (rob) kembali merendam Desa Ketapang, Kecamatan Ulujami, dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa.
Bencana tahunan yang polanya terus berulang sejak 2023 ini kian mengancam urat nadi perekonomian warga dan mengganggu akses pendidikan anak-anak. Infrastruktur jalan serta pekarangan rumah warga lumpuh total akibat genangan air pasang.
Ilham, salah satu warga terdampak, menyatakan bahwa masyarakat kini sangat membutuhkan langkah konkret yang cepat dan presisi dari pemerintah pusat maupun daerah sebelum kerusakan lingkungan ini kian masif.
“Rob ini sudah mendera kami sejak 2023. Kami berharap ada perhatian dan tindakan nyata secepatnya. Jangan sampai dampaknya kian memperparah keadaan, merusak harta benda (kendaraan, rumah), masa depan belajar anak-anak, dan melumpuhkan aktivitas kerja warga,” tegas Ilham.
Merespons krisis ini, Kepala Desa Ketapang, Sutopo, menegaskan bahwa pihak pemerintah desa (Pemdes) tidak tinggal diam. Kendati demikian, keterbatasan anggaran desa membuat penanganan yang dilakukan tidak bisa menyentuh akar masalah.
“Kami terus berupaya maksimal dengan segala keterbatasan anggaran yang ada agar aktivitas warga dan sekolah tidak mati total. Namun, persoalan rob ini berskala regional dan membutuhkan intervensi langsung dari pemerintah di atas kami,” ujar Sutopo.
Sutopo menambahkan, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini, Pemdes bersama warga menuntut urgensi kehadiran pemerintah melalui kebijakan strategis.
Penanganan darurat yang selama ini mengandalkan pompa air dan perbaikan tanggul lokal dinilai sudah tidak lagi memadai untuk jangka panjang.
“Saat ini kami bersiaga dengan pompa dan perbaikan tanggul lokal seadanya sebagai solusi sementara. Besar harapan kami, pemerintah segera turun tangan dengan regulasi dan infrastruktur permanen sebelum dampak rob ini menghancurkan total sektor ekonomi dan pendidikan di masa depan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, bencana rob sore ini dilaporkan tidak hanya menggenangi Desa Ketapang, namun juga merendam hampir seluruh dusun di Desa Ketapang dengan ketinggian air rata-rata mencapai lutut orang dewasa.*(Setiawan Aditapa)









Tidak ada Respon