Petani Gabuswetan Tagih Janji Camat Soal Air Irigasi, Datangi Kantor Kecamatan hingga Pintu Air, Pulang dengan Kekecewaan

Lensacyber
A-AA+A++

Indramayu, Lensacyber.com – Kesabaran puluhan petani Desa Gabuswetan, Kecamatan Gabuswetan, akhirnya penuh kekecewaan, Senin (13/7/2026), mereka mendatangi Kantor Kecamatan Gabuswetan untuk menagih janji pengaliran air irigasi yang sebelumnya disampaikan Camat Gabuswetan dalam pertemuan bersama petani pada Jumat (10/7/2026).

Janji pengaliran air selama lima hari itu diharapkan menjadi penyelamat bagi ribuan hektare tanaman padi yang mulai mengering akibat kemarau, Namun hingga kini, air yang dinanti belum juga mengalir menurut keterangan sumarno, perwakilan dari petani Gabuswetan.

Kedatangan para petani justru berakhir dengan kekecewaan, Selain tidak mendapat kepastian mengenai kapan air akan dialirkan, mereka juga tidak dapat bertemu langsung dengan Camat karena yang bersangkutan tidak berada di kantor saat para petani datang.

“Kami datang hanya ingin meminta kepastian karena tanaman padi sudah sangat membutuhkan air, Sampai sekarang air belum juga mengalir.

Baca Juga :  Solusi Sampah Desa Mekar Utama: PT WHW Dukung Pengadaan Lahan TPS dan TPA Berkelanjutan

Saat kami tiba di kantor kecamatan, Pak Camat juga tidak ada, Akhirnya kami bertemu dengan perwakilan dari kecamatan, namun tida ada solusi ahirnya kami langsung mendatangi Pintu Air Tutupan Turi di wilayah Wanguk, di kawal dari pihak keamanan dari Polsek Gabuswetan, untuk melihat langsung pintu Air yang berada di wilayah wanguk,” ujar salah seorang petani.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan petani, Mereka berharap ada kejelasan dari pemerintah agar tanaman padi yang sudah mulai layu tidak berujung gagal panen.

Kuwu Gabuswetan, Abdulah Irlan, S.H., ketika di konfirmasi memberikan keterangan dan turut mempertanyakan pola distribusi air irigasi, Menurutnya, persawahan Desa Gabuswetan merupakan daerah irigasi teknis yang semestinya menjadi prioritas sesuai jadwal pembagian air.

“Yang menjadi pertanyaan, mengapa daerah yang irigasinya nonteknis justru mendapatkan pasokan air dengan lancar, sementara Gabuswetan yang merupakan daerah irigasi teknis tersedat mendapatkan air. Ada apa?

Baca Juga :  Kritik Tajam Cornelis Soal Krisis Pembiayaan PPPK di Daerah

Kami berharap ada penjelasan yang terbuka kepada masyarakat,” tegas Abdulah Irlan.
Ia meminta pemerintah dan instansi pengelola irigasi segera mengambil langkah nyata agar distribusi air berjalan sesuai jadwal.

Menurutnya, keterlambatan pengaliran air hanya akan memperbesar risiko kerugian yang harus ditanggung petani.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kecamatan Gabuswetan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab belum mengalirnya air irigasi ke wilayah Gabuswetan maupun terkait ketidakhadiran Camat saat para petani mendatangi Kantor Kecamatan.

Kini, para petani hanya berharap janji yang pernah disampaikan tidak berhenti sebagai ucapan. Sebab bagi mereka, setiap hari tanpa aliran air berarti semakin besar ancaman gagal panen dan semakin berat beban yang harus ditanggung.
(Sucipto)