Indramayu-Lensacyber.com – Solidaritas sesama insan pers tidak selalu terlihat di tengah rapat, liputan, atau hiruk-pikuk aktivitas jurnalistik. Ada kalanya, makna kebersamaan justru terasa ketika seorang rekan sedang berada dalam kondisi sulit dan membutuhkan kehadiran seorang kawan.
Hal itu ditunjukkan Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Chong Soneta atau yang akrab disapa Achong, saat mendampingi Ato yang menjalani perawatan di RSUD Indramayu, Sabtu (3/10/2026).
Bukan sekadar datang menjenguk, Achong turut mendampingi proses penanganan Ato sejak berada di Unit Gawat Darurat (UGD) hingga mendapatkan ruangan untuk menjalani rawat inap.
Achong menuturkan, ketika tiba di rumah sakit, Ato terlebih dahulu mendapatkan surat antrean untuk menunggu ketersediaan ruangan.
“Awalnya di sini dikasih surat antre, nunggu ruangan. Setelah saya komunikasi dengan pihak manajemen RSUD, alhamdulillah segera dapat ruangan dan ditempatkan di Cengkir 3,” kata Achong saat ditemui di RSUD Indramayu, Sabtu (3/10/2026).
Kehadiran Achong mendapat apresiasi dari rekan-rekan media yang tergabung dalam FWJI. Mereka menyampaikan terima kasih atas kepedulian dan pendampingan yang diberikan kepada Ato.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua FPWI, Achong, yang sudah sigap membantu saudara kita, Ato. Dari proses di UGD sampai mendapatkan kamar rawat inap, beliau ikut mendampingi. Bagi kami, ini bentuk solidaritas sesama rekan wartawan,” ujar perwakilan FWJI.
Bagi rekan-rekan media, kebersamaan sesama insan pers bukan hanya dibangun ketika berada di lapangan menjalankan tugas jurnalistik. Dalam situasi sulit, kepedulian dan kehadiran menjadi bagian penting dari persaudaraan.
Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang menuntut ketegasan dan keberanian, perhatian sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa profesi dan organisasi tidak semestinya menjadi sekat bagi rasa kemanusiaan.
Doa untuk kesembuhan Ato pun mengalir dari rekan-rekan FPWI. Salah satunya disampaikan Aa Thoha.
“Semoga bapaknya Mas Wir diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti sedia kala oleh Allah SWT, bi barkati Nabi Muhammad SAW,” tulis Aa Thoha.
Doa itu menjadi penutup dari sebuah bentuk kepedulian yang sederhana, namun sarat makna. Sebab bagi seorang kawan yang sedang terbaring sakit, terkadang bukan banyaknya kata yang dibutuhkan, melainkan kehadiran yang nyata.
Semoga Ato segera diberikan kesembuhan dan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta menjalankan aktivitasnya seperti sedia kala.
Sebab solidaritas bukan sekadar tentang siapa yang hadir saat keadaan baik-baik saja, tetapi siapa yang tetap datang ketika seorang kawan sedang membutuhkan.
(D Duryanto)







