Pasar Budaya Arahiwang Canangkan Kawasan Ramah Budaya Bagi Anak

Lensacyber
A-AA+A++

PURWOREJO — Lensacyber.com- Suasana riuh nan hangat mewarnai kawasan Pasar Budaya Arahiwang pada Minggu Pon (18/10/2026). Hari itu menjadi momen istimewa saat Pasar Budaya Arahiwang secara resmi mencanangkan sebagai kawasan Ramah Budaya Bagi Anak.

Momen ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan sebuah komitmen nyata dalam menghadirkan ruang publik yang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang generasi muda.

 

Sejak pagi hari, kawasan pasar tampak dipadati oleh anak-anak yang antusias mengeksplorasi berbagai sudut lokasi. Suasana aman dan ramah anak terbukti secara langsung melalui kebebasan mereka untuk beraktivitas tanpa rasa khawatir. Anak-anak tampak leluasa bermain, mengekspresikan diri, serta berinteraksi langsung dengan ragam seni dan warisan budaya lokal yang disajikan.

 

Ruang Ekspresi dan Edukasi Budaya Sejak Dini

Kehadiran anak-anak di Pasar Budaya Arahiwang memberi warna tersendiri. Berbagai interaksi budaya yang dialami anak-anak meliputi: Bermain Permainan Tradisional: Anak-anak diajak mengenal kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang ditemui, menciptakan ruang bersosialisasi yang sehat di luar layar gawai (gadget).

Baca Juga :  Program Makan Gratis Belum Jalan di SMPN 1 Sampang, Skandal atau Salah Kelola?

Interaksi Seni Direct: Mereka berkesempatan menyentuh, mencoba, dan merasakan langsung alat musik, tarian, hingga kerajinan khas lokal.

Kebebasan Berekspresi: Ruang terbuka yang aman memungkinkan anak-anak untuk bereksplorasi secara aktif, mengasah kreativitas, dan membangun rasa percaya diri di tengah lingkungan yang mendukung.

 

Menjaga Akar Warisan Leluhur

Inisiatif pencanangan ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian budaya. Menginternalisasikan nilai-nilai kearifan lokal sejak dini merupakan langkah strategis agar anak-anak tidak kehilangan identitas kulturalnya di tengah arus modernisasi.

“Menjadikan ruang budaya aman dan menyenangkan bagi anak adalah kunci agar warisan tradisi tetap hidup dan dicintai oleh generasi penerus.” Kata Ketua Pasar Budaya Arahiwang Ki Sugiyanto.

Baca Juga :  Style Spy: Fashion Model Goes Casual in Faux Furr and Plaid

 

Dengan demikian, Pasar Budaya Arahiwang sebagai kawasan yang aman dan inklusif, diharapkan langkah ini dapat menginspirasi destinasi budaya lainnya untuk turut membuka ruang yang seluas-luasnya bagi anak-anak dalam mengenali, mencintai, dan melestarikan budayanya sendiri.

 

Selain itu, pada rangkaian peringatan 1 tahun berkarya, Pasar Budaya Arahiwang menampilkan hadroh Ar Ridha RPS Borowetan dan Ndolalak Mekaw Wukir Sari Jeketro Kaligesing.

“Ada yang istimewa dari hari ini, semua bergembira dan kami bias menampilkan seni ndolalak yang kami yakini masih klasik. Yaitu ndolalak Putra Jeketro,” ujar Ki Sugiyanto.

Bahkan dalam Orasi Budayanya Sugiyanto mengatakan rasa syukur dan terimakasih kepada Bupati Purworejo. “Terimakasih Ibu Bupati, karena situs juga sudah mulai diukur-ukur untuk direhab disangga sehingga abrasi bias teratasi,” ungkapnya.

RED