BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Karhutla, Polda Kalbar Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Lensacyber
A-AA+A++

PONTIANAK, LENSACYBER.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai potensi hujan sekaligus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada periode 6 hingga 12 Oktober 2026.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG Kalbar melalui analisis dan prospek cuaca wilayah Kalimantan Barat. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan potensi terjadinya karhutla. Masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Selain potensi hujan dan karhutla, BMKG Kalbar juga mencatat kondisi kualitas udara rata-rata harian di sejumlah wilayah berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Jarak pandang di beberapa wilayah juga bervariasi, mulai kurang dari 1 kilometer hingga lebih dari 5 kilometer. Kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang beraktivitas di luar rumah.

Baca Juga :  Polda Kalbar dan KPAI Perkuat Sinergi Revitalisasi Penanganan TPPO, Utamakan Perlindungan Anak

Menanggapi kondisi tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh lengah meskipun sebagian wilayah Kalimantan Barat mulai berpotensi diguyur hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla. Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan apa pun, karena dampaknya dapat mengganggu kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta aktivitas sosial dan perekonomian,” ujar Bambang.

Ia juga meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah untuk memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan kualitas udara yang dikeluarkan oleh sumber resmi.

Kondisi jarak pandang yang menurun, kata dia, juga perlu menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berkendara maupun melakukan aktivitas di wilayah yang terdampak kabut asap atau kondisi udara kurang baik.

Baca Juga :  Aksi Nyata Peduli Lingkungan, ASN Satu Atap Kecamatan Pemalang Gelar Kegiatan Jum'at Bersih

“Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan. Apabila menemukan adanya indikasi kebakaran hutan dan lahan, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Kalbar bersama jajaran terus melakukan pemantauan wilayah, patroli, edukasi kepada masyarakat, serta penanganan apabila ditemukan titik api.

Polda Kalbar juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Untuk mendapatkan bantuan kepolisian atau menyampaikan informasi terkait gangguan keamanan dan kejadian di wilayah, masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110.

Dengan kewaspadaan dan keterlibatan seluruh pihak, potensi karhutla di Kalimantan Barat diharapkan dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi kesehatan, lingkungan, maupun aktivitas masyarakat.

 

(Yani)