Di Balik Kemegahan Karnaval SCTV Purworejo, Orang Tua Siswa Mengaku Menanggung Biaya Sendiri

Lensacyber
A-AA+A++

PURWOREJO, Lensacyber.com – Pelaksanaan Karnaval SCTV di Alun-Alun Kabupaten Purworejo, 7–8 November 2026, menuai keluhan dari wali siswa. Di tengah kegiatan berskala besar yang mendapat dukungan anggaran pemerintah daerah, orang tua peserta mengaku masih harus menanggung sendiri biaya transportasi anak selama latihan hingga hari pelaksanaan.

Keluhan tersebut disampaikan S, salah satu wali siswa yang anaknya ditunjuk sekolah sebagai peserta. Ia menyebut, enam siswa dari sekolah anaknya mendapat tugas tampil setelah adanya permintaan pengiriman perwakilan melalui dinas terkait.

Menurut S, para siswa menjalani latihan selama tiga hari. Namun, kebutuhan transportasi untuk mengantar dan menjemput anak sepenuhnya ditanggung orang tua menggunakan kendaraan pribadi, termasuk biaya bahan bakar.

“Selama latihan tiga hari, kami membutuhkan bensin untuk mengantar dan menjemput anak. Bahkan pada hari pelaksanaan, orang tua juga harus mengantar sendiri karena tidak ada fasilitas transportasi yang kami ketahui,” ungkap S, Sabtu (7/11/2026).

Kondisi tersebut juga menyita waktu orang tua, termasuk mereka yang harus meninggalkan pekerjaan demi mendampingi anak mengikuti rangkaian kegiatan.

Baca Juga :  Semarak Penutupan HUT RI ke-81, Desa Seboro Krejengan Tuai Apresiasi di Bawah Kepemimpinan Kades Musta'in

Selain transportasi, S menyoroti belum jelasnya dukungan konsumsi maupun bentuk apresiasi bagi siswa yang terlibat. Ia mengaku mendapat informasi dari anaknya bahwa peserta dari sekolah lain menerima uang Rp30 ribu per siswa dan nasi kotak. Namun, ia tidak mengetahui asal pemberian maupun sekolah yang dimaksud.

S menegaskan, keluhannya bukan tuntutan nominal uang tertentu. Ia hanya berharap ada perhatian terhadap kebutuhan dan kontribusi siswa yang telah meluangkan waktu serta tenaga untuk menyukseskan acara.

“Kalau semua pihak berpartisipasi, seharusnya ada juga perhatian untuk akomodasi. Tidak harus nominal tertentu, tetapi setidaknya ada bentuk apresiasi bagi murid-murid yang tampil,” tegasnya.

Keluhan tersebut menjadi perhatian karena sebelumnya Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo telah menjelaskan adanya alokasi anggaran Rp300 juta dari anggaran perubahan untuk kebutuhan akomodasi dan konsumsi dalam penyelenggaraan Karnaval SCTV.

Kepala Dinporapar Purworejo, Bangun Erlangga Ibrahim, melalui Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Neira Anjar Pujisusilo, sebelumnya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan skema kerja sama atau barter antara pemerintah daerah dan SCTV.

Baca Juga :  Style Spy: Fashion Model Goes Casual in Faux Furr and Plaid

Dalam skema tersebut, Pemkab menyediakan lokasi, dukungan pengamanan, perizinan, serta kebutuhan akomodasi dan konsumsi. Sementara SCTV bertanggung jawab atas produksi acara, panggung, perlengkapan, artis, dan kru, termasuk biaya artis.

Neira menjelaskan, anggaran Rp300 juta dialokasikan untuk kebutuhan menginap artis dan kru yang datang beberapa hari sebelum acara, serta konsumsi, termasuk bagi personel pengamanan.

Adanya keluhan wali siswa di tengah alokasi anggaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai cakupan penerima manfaat fasilitas akomodasi dan konsumsi, khususnya bagi siswa yang dilibatkan sebagai pengisi acara.

Kejelasan pembagian tanggung jawab, rincian penggunaan anggaran, serta mekanisme pemenuhan kebutuhan peserta menjadi hal penting untuk ditelusuri agar dukungan pemerintah daerah dalam kegiatan berskala besar juga memperhatikan kepentingan seluruh pihak yang terlibat.

{CHY}