KETAPANG, LENSACYBER.COM – Ratusan siswa SMK Negeri 1 Ketapang memadati area Citimall Ketapang dalam gelaran Gebyar Vokasi dan Job Fair 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Mei 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ketapang ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan sektor industri.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Ketapang, Erini, S.P., M.M.Pd., melalui perwakilannya, Ani Budiarti, menyatakan bahwa partisipasi seluruh jurusan dari kelas X dan XI dalam agenda ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan bagian dari strategi penguatan literasi kerja sejak dini.
Kegiatan ini dirancang untuk memangkas jarak antara pencari kerja lokal dengan pihak perusahaan. Melalui interaksi langsung dengan divisi Human Resources Development (HRD), para peserta diberikan kesempatan untuk menyerahkan resume hingga mengikuti walk-in interview di lokasi.
”Ini adalah upaya nyata dalam optimalisasi tenaga kerja lokal anak-anak Ketapang. Kami ingin memastikan adanya link and match, di mana kurikulum SMK benar-benar sinkron dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini,” ujar Ani Budiarti
Selain bursa kerja, Gebyar Vokasi ini juga menjadi panggung bagi para siswa SMK dan mahasiswa Politeknik untuk memamerkan karya unggulan mereka kepada masyarakat. Suasana berlangsung meriah namun tetap kondusif, mencerminkan keberhasilan koordinasi antar lembaga.
Ani menambahkan bahwa keberhasilan acara ini tidak lepas dari peran aktif Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Ketapang. Forum ini menjadi wadah krusial bagi para kepala sekolah untuk berbagi praktik baik dan meningkatkan mutu pendidikan vokasi di wilayah tersebut.
Pihak MKKS SMK Ketapang bersama Politeknik Negeri Ketapang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dinilai sebagai kunci utama dalam melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan produktif.
”Program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita tidak hanya mencetak lulusan, tetapi menyiapkan SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” pungkasnya.
Hingga hari penutupan, antusiasme pengunjung tetap tinggi, menandakan besarnya harapan masyarakat terhadap program-program kolaboratif yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Ketapang.







