FPPPKN Menjawab Kegelisahan Pengguna Mobil Tua, Puluhan Ribu Anggota Saling Pantau dan Bantu di Jalan

Lensacyber
A-AA+A++

Lensacyber.com – Bekasi –  Kegelisahan pemilik mobil tua ketika melakukan perjalanan jauh kini mulai terjawab melalui kehadiran Forum Pemantau Perjalanan Pencinta Kijang Nusantara (FPPPKN). Forum yang beranggotakan para pengguna dan pencinta Toyota Kijang ini tidak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga membangun sistem pemantauan dan bantuan antaranggotanya di berbagai daerah.

Salah seorang anggota FPPPKN Bekasi Raya mengaku merasa lebih nyaman setelah bergabung dengan komunitas tersebut, terutama ketika harus melakukan perjalanan jauh menggunakan mobil Kijang.

«“Aku lebih merasa nyaman semenjak gabung karena akan ada pemantauan saat aku jalan jauh naik Kijang,” ungkapnya.»

Regional Leader FPPPKN Jabodetabek, Novi Ardi mengatakan, saat ini anggota FPPPKN di berbagai wilayah Nusantara telah mencapai sekitar 10.000 orang. Para anggota tersebut tersebar mulai dari tingkat provinsi, kota, kabupaten, kecamatan hingga kelurahan.

Menurut Novi, jaringan anggota tersebut memungkinkan pengguna Kijang memperoleh bantuan ketika mengalami kendala selama perjalanan.

“Setiap anggota yang berkendara menggunakan mobil Kijang sebagai anggota, ke mana pun di seluruh Nusantara, akan mendapatkan pemantauan ketika ada kerusakan, ketika ada masalah di jalan, maupun ketika ada pertanyaan mengenai mobil. Anggota lain di tempat kejadian dapat membantu, bahkan bila memungkinkan juga kepada mobil non Kijang,” jelas Novi.

Bukan Sekedar Forum Mobil

Lebih dari sekedar bantuan teknis, FPPPKN juga berupaya membangun hubungan kekeluargaan di antara para anggotanya.

Novi menceritakan pengalaman salah seorang anggota yang mengalami kerusakan kendaraan di perjalanan. Saat itu, anggota FPPPKN di daerah tersebut datang memberikan bantuan.

Baca Juga :  Anggaran Sewa Armada Sampah Rp3 Miliar di DLH Indramayu Belum Terserap, Publik Pertanyakan Kinerja Pengelolaan

Menariknya, setelah masalah kendaraan selesai, anggota yang membantu justru tidak bersedia menerima uang sebagai ucapan terima kasih.

“Bahkan setelah selesai tidak mau menerima uang terima kasih. Malah saya diajak ke rumahnya, dijamu, ngobrol dan ngopi. Satu kekeluargaan yang luar biasa kuat, padahal sebelumnya tidak saling kenal,” ujarnya.

Semangat tersebut menjadi salah satu nilai yang terus dibangun dalam komunitas FPPPKN.

Leader Wilayah/ Korkot FPPPKN Bekasi Raya, Cak Anto, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat rasa kekeluargaan di antara anggota, khususnya di wilayah Bekasi Raya.

“Dari dunia maya menjadi saudara,” menjadi salah satu slogan yang terus dikedepankan dalam membangun kebersamaan anggota.

Tak Hanya Bantuan Saat Mobil Rusak

Selain pemantauan perjalanan dan bantuan ketika kendaraan mengalami masalah, FPPPKN juga kerap kali melakukan kegiatan pertemuan langsung atau yang dikenal sebagai temu santai.

Menurut Novi, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antaranggotanya sekaligus membangun kepedulian sosial.

“Selain pertemuan kopi darat atau yang disebut temu santai, kita juga memberikan perhatian lebih kepada anggota. Misalnya apa yang harus kita lakukan ketika ada yang sakit atau mengalami musibah, seperti gempa, kebakaran dan lainnya,” kata Novi.

Dengan demikian, aktivitas FPPPKN tidak hanya berfokus pada kendaraan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kondisi anggota dan lingkungan sosial di sekitarnya.

Edukasi Perawatan dan Perbaikan Mobil Kijang

Baca Juga :  Tegakkan Perda Tanpa Pandang Bulu, AMPB Desak Evaluasi Pembangunan Tower Smartfren di Pelutan

Hal lain yang menjadi perhatian FPPPKN adalah edukasi mengenai perawatan dan perbaikan mobil secara mandiri.

Anggota yang mengalami kendala kendaraan dapat berdiskusi dengan anggota lain yang memiliki pengalaman atau pengetahuan terkait masalah tersebut. Dalam sejumlah kasus, anggota bahkan turun langsung ke lapangan untuk membantu proses pemeriksaan dan perbaikan.

Pengurus sekaligus mekanik FPPPKN wilayah Bekasi Raya, Donet, mengatakan proses tersebut bukan hanya bertujuan menyelesaikan masalah kendaraan, tetapi juga memberikan pengetahuan kepada pemilik mobil.

“Ketika ada pertanyaan, kita upayakan menjawab berdasarkan pengetahuan dan pengalaman. Ada langkah perawatan bahkan perbaikan, kita langsung turun ke lapangan. Bukan hanya selesai dalam perbaikan satu kasus, tetapi sembari berdiskusi sehingga anggota mendapatkan edukasi,” ungkapnya.

Menurutnya, proses berbagi pengalaman tersebut membuat anggota semakin percaya diri untuk melakukan perawatan kendaraan secara mandiri, termasuk melakukan perbaikan sederhana yang memang masih mampu mereka kerjakan sendiri.

Menjawab Kebutuhan Pemilik Mobil Tua

Keberadaan komunitas seperti FPPPKN menjadi salah satu bentuk dukungan bagi pemilik kendaraan lawas yang masih digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota.

Dengan jaringan anggota yang tersebar di berbagai daerah, bantuan teknis, komunikasi, edukasi otomotif dan hubungan kekeluargaan menjadi bagian dari aktivitas komunitas.

Bagi para pengguna Toyota Kijang, keberadaan forum ini tidak hanya memberikan ruang untuk berbagi informasi mengenai kendaraan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kebersamaan ketika harus melakukan perjalanan jauh.” Tuturnya.

( FH )